Rabu, 17 Agustus 2022 - 14:34:40
27 C
Surabaya

Jangan Takut Berlebihan Hadapi Dinamika Covid-19, Tetap Waspada dan Jaga Protokol Kesehatan

PORTALSURABAYA.COM – Prof. Wiku Adisasmito, Juru Bicara dan Ketua Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengungkapkan, hingga saat ini, Pulau Jawa dan Bali masih menjadi wilayah terbesar penyebaran virus, baik kasus positif, kematian maupun kasus aktif.

Namun demikian, tingkat kesembuhan di wilayah ini, juga mengalami peningkatan. Hal ini disampaikan Prof. Wiku Adisasmito dalam Keterangan Pers yang ditayangkan secara virtual Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) – KPCPEN, Jumat (10/9/2021).

Berdasarkan data, jumlah kasus positif, wilayah Jawa-Bali menyumbang 67,76 persen dari total kasus nasional. Menyusul pada urutan berikutnya adalah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Maluku-Papua di urutan terakhir dalam hal jumlah kasus positif.

“Artinya, persentase kasus positif sejalan dengan persentase kasus meninggal pada pulau-pulau di Indonesia,” ujar Prof. Wiku.

Menurutnya, tingginya porsi kasus positif di Pulau Jawa Bali dikarenakan wilayah terebut mendominasi populasi di Indonesia, juga terdapat Ibukota negara di dalamnya, sehingga aktivitas sosial ekonominya cenderung lebih padat.

Meski demikian, dibandingkan kasus positif pada bulan sebelumnya, maka kasus positif di Pulau Jawa-Bali secara umum telah mengalami penurunan sebesar 74 persen.

Prof. Wiku mengimbau kepada setiap daerah di Indonesia untuk segera melakukan sinkronisasi data agar perkembangan Covid-19 di daerah terpantau lebih akurat.

Khususnya kepada daerah-daerah yang menyumbang kasus tertinggi, pengawasan kepatuhan protokol kesehatan utamanya pada fasilitas umum dan fasilitas sosial melalui Satgas Posko Fasilitas Publik harus ditingkatkan.

Selain itu perlu adanya penguatan Satgas Posko di tingkat Desa/Kelurahan untuk memastikan pencegahan Covid-19 dilakukan sejak dari tingkatan terkecil.

Kewaspadaan harus selalu dijaga, mengingat perkembangan virus Covid-19 masih cukup dinamis. Virus Covid-19, sebab semua virus, memiliki sifat alami untuk mengalami perubahan terus-menerus. Virus akan terus bermutasi selama virus masih ada di tengah masyarakat, baik pada skala lokal maupun global.

“Dalam hal ini, pemerintah melalui berbagai kebijakan menyeluruh, senantiasa berusaha menekan angka kasus. Semakin rendah penularan yang terjadi, semakin kecil pula kemungkinan virus mengalami perubahan menjadi varian baru,” ungkap Prof. Wiku.

Karena itu, pemerintah mengharapkan masyarakat terus menjaga kesehatan dan mengurangi risiko terpapar virus Covid-19 dengan cara disiplin mengenakan masker, melakukan vaksinasi, juga menerapkan protokol kesehatan lainnya.

Wilayah geografis Indonesia yang luas dalam profil kepulauan, menuntut strategi pengendalian yang disertai kolaborasi dan sinergi kuat dari berbagai pihak. Dengan partisipasi tiap individu, dampak pandemi akan lebih terkendali.

Dalam masa kedaruratan ini, Prof. Wiku mengajak masyarakat untuk menanggapi dinamika seperti ini dengan cermat. Yaitu dengan meningkatkan kewaspadaan, tanpa terlalu takut berlebihan, serta melakukan pembelajaran dan perbaikan tiada henti.***


BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

0FansSuka
3,437PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

BERITA PILIHAN

Wujud Kepedulian, Baznas – ACT Kalsel Borong dan Beri Modal Pedagang UMKM

PORTALSURABAYA.COM - PPKM di kota Banjarmasin kian hari kian terasa, terutama bagi pelaku usaha UMKM dan para pedagang kecil. Mereka sangat merasakan dampak virus...

BERITA TERKINI

MOST POPULAR