simple hit counter
HeadlineMore

Forum Bisnis dan Investasi Berbasis Alam untuk Menggali Peluang Ekonomi Restoratif di Cagar Biosfer

×

Forum Bisnis dan Investasi Berbasis Alam untuk Menggali Peluang Ekonomi Restoratif di Cagar Biosfer

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2023 06 24 at 15.00.23 - Forum Bisnis dan Investasi Berbasis Alam untuk Menggali Peluang Ekonomi Restoratif di Cagar Biosfer
Penandatanganan perjanjian kerjasama dalam Merancang, Merencanakan, Melaksanakan dan Mengembangkan Proyek Percontohan (Pilot Project) Multiusaha Kehutanan di Kabupaten Sigi dan Sulawesi Tengah yang ditandatangani oleh (dari kiri-kanan) Zulfakar Nasir, Waketum Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kadin Sulteng, Mohamad Irwan, Bupati Sigi, Gita Syahrani, Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), dan Silverius Oscar Unggul, KADIN RFB (Regenerative Forest Business). Foto: Istimewa

PORTALSURABAYA.COM – Upaya menggerakkan ekonomi dan menjaga kelestarian alam tidak dapat dilakukan dengan praktik bisnis konvensional. Percepatan pertumbuhan ekonomi pasca perlambatan akibat Covid-19 dan bencana alam di Kabupaten Sigi, dan Provinsi Sulawesi Tengah membutuhkan pendekatan baru yang dapat melindungi lingkungan dan juga mensejahterakan masyarakat.

Hal ini yang mendasari Provinsi Sulawesi Tengah bersama dengan Kabupaten Sigi berkolaborasi untuk menyelenggarakan ‘Forum Bisnis dan Investasi Pertama Tentang Inovasi Berbasis Alam untuk Menggali Peluang Ekonomi Restoratif dengan di Cagar Biosfer Sulawesi Tengah’. (1st Indonesia Business & Investment Forum on Nature-Based Innovation: Unlocking Restorative Economy in Central Sulawesi Biosphere Reserve Context).

Forum ini mempertemukan para investor lokal dan internasional, pemimpin bisnis, pemerintah daerah, mitra pembangunan dan perwakilan masyarakat untuk mendiskusikan peluang investasi di cagar biosfer dan mengeksplorasi bagaimana kekayaan alam ini dapat ditransformasikan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Ma’mun Amir, Gubernur Sulawesi Tengah, dalam sambutannya yang disampaikan oleh Fahrudin Yanbas, Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra Sulteng mengatakan, Sulawesi Tengah memiliki Cagar Biosfer Lore Lindu yang merupakan rumah bagi banyak spesies flora dan fauna unik.

Sulawesi Tengah juga memiliki cakupan hutan yang luas yakni sekitar 64 persen dari total luas daratan. Ini membuat Sulteng memiliki kekayaan sumber daya alam, ekosistem dan keanekaragaman hayati yang melimpah.

“Potensi ini perlu terus digali dan dioptimalkan pemanfaatannya agar memberikan manfaat yang optimal untuk masyarakat,” ujarnya saat memberikan sambutan pembukaan Forum Bisnis dan Investasi Tentang Inovasi Berbasis Alam di Bukit Doda, Sigi , Sulawesi Tengah, Jum’at (23 Juni 2023), dalam keterangan tertulisnya.

Forum yang merupakan bagian dari rangkaian acara Festival Lestari Ke-5 di ini merupakan forum bisnis dan investasi pertama di Indonesia yang mengangkat inovasi dan solusi berbasis alam sebagai jawaban atas permasalahan krisis iklim dan praktik bisnis. Pendekatan ini sangat relevan dalam menghadapi isu-isu lingkungan yang mendesak saat ini.

Mohamad Irwan Lapatta, Bupati Sigi berpendapat, inovasi basis alam bisa menjadi jangkar bagi pendekatan pengelolaan kawasan yang lebih lestari bagi Sigi, Sulawesi Tengah, Indonesia dan bahkan dunia.

Dalam forum ini ada lima fokus prioritas yang akan dikembangkan, pertama pengembangan ekonomi berbasis multi usaha kehutanan. Kedua, peningkatan produktivitas komoditas perkebunan ekonomi berbasis dan agroforestri dengan praktek berkelanjutan.

Ketiga, pengembangan industri hilirisasi berbasis alam menjadi produk bernilai tambah. Keempat, jasa ekosistem. Kelima, ekowisata.

Dalam kesempatan ini, ragam portofolio komoditas lestari, produk-produk UMKM lestari, dan konsep pitch di model ekonomi restoratif Sulawesi Tengah disajikan.

“Jika kita bergotong-royong, model ini bisa dikembangkan menjadi model ekonomi restoratif dalam konteks cagar biosfer yang membuktikan bahwa dalam lingkungan bisa dijaga secara konsisten dan masyarakatnya betul-betul sejahtera,” ungkap Irwan.

Ia juga percaya bahwa pendekatan ini bisa menjadi jawaban bagi tantangan krisis iklim, ancaman krisis pangan, air dan isu kemiskinan yang sedang dihadapi bersama. Forum Bisnis dan Investasi Inovasi Berbasis Alam ini akan menyajikan ragam portofolio bisnis dan investasi dengan pendekatan inovasi basis alam yang dikembangkan Provinsi.

Nelson Pomalinggo, Sekjen Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) yang juga merupakan Bupati Kabupaten Gorontalo menyampaikan, Forum Bisnis dan Investasi ini merupakan awal usaha percepatan pemenuhan target investasi untuk pengembangan investasi berbasis alam anggota LTKL sebesar 180 juta dolar sampai 2030.

Laporan khusus pada 2019 dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyoroti bahwa inovasi berbasis alam dapat berkontribusi hingga 37% dalam pengurangan emisi yang diperlukan untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat celcius.

Selain itu, laporan ini juga menekankan berbagai manfaat dari inovasi berbasis alam, termasuk peningkatan ketahanan pangan, ketersediaan pasokan air, dan kesehatan manusia. Potensi investasi inovasi bis

Saribua Siahaan, Direktur Promosi Investasi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, dan Pasifik Kementerian Investasi /BKPM mengatakan, yang dilakukan Kabupaten Sigi dan Pemprov Sulawesi Tengah merupakan sebuah prestasi karena Forum Bisnis dan Inovasi sebesar ini dilakukan tidak di Ibukota Negara tapi di sebuah kabupaten di pulau Sulawesi, yang berhasil bangkit dari berbagai hantaman pasca bencana gempa dan likuifaksi maupun COVID-19.

Saat ini tren investasi yang mengutamakan dampak (selain keuntungan) semakin meningkat. Apalagi dengan semakin banyak bencana alam karena dampak krisis iklim dan degradasi lingkungan, banyak investor yang tidak sekadar berharap mendapat keuntungan, tapi juga berharap investasi yang digelontorkan dapat menciptakan dampak baik.

“Investasi yang ramah sosial dan ramah lingkungan juga mulai menunjukkan pertumbuhan yang signifikan secara global maupun regional. Berbagai aliansi atas inisiatif dunia bisnis juga berkomitmen untuk mencapai target net-zero carbon dalam menjalankan usahanya serta tren sisi pasar meningkatkan permintaan atas produk-produk yang berkelanjutan,” urai Saribua Siahaan.***

Cek Berita dan Artikel yang lain di GoogleNews PUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *