Prokes tetap Diterapkan oleh Debarkasi Surabaya

Menggunakan masker menjadi salah satu prokes yang wajib dilakukan oleh jemaah haji. Masker menjadi sarana yang dapat digunakan untuk menekan penyebaran virus Covid-19. Foto: Joko Kristiono/Portal Surabaya

PORTALSURABAYA.COM – Dalam penerimaan haji tahun ini, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) sejak jemaah haji tiba di Tanah Air melalui Bandar Udara Internasional Juanda.

Jemaah haji sebagai pelaku perjalanan luar negeri akan melalui serangkaian Prokes dan pemeriksaan kesehatan. Prokes ini dijalankan dalam rangka mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19.

Menggunakan masker menjadi salah satu prokes yang wajib dilakukan oleh jemaah haji. Masker menjadi sarana yang dapat digunakan untuk menekan penyebaran virus Covid-19.

Budi Santosa, Kepala Pelaksana Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Jatim menyampaikan adanya pemberian masker pada jemaah haji.

“Pada setiap kedatangan jemaah, ada 5 orang dari BPBD yang akan menyiapkan masker di Bandara. Jadi saat jemaah turun dari pesawat, tim akan memberikan masker pada setiap jemaah. Tentu masker perlu diganti setelah dipakai berjam-jam oleh jemaah,” tutur Budi Santosa.

Lebih lanjut ia sampaikan, penerapan Prokes ini mengacu pada SE Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 22 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Pelaksanaan prokes di Asrama Haji, kami mengacu pada SE 20 tahun 2022 itu. Dan sebelum kepulangan jemaah haji, Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa sudah memberikan arahan bahwa dalam masa kepulangan jemaah haji di Jawa Timur agar diterapkan protokol kesehatan untuk mencegah peningkatan penularan Covid-19,” imbuhnya.

Satriyo Nurseno, PIC Pemulangan Jemaah Haji dari BPBD saat ditemui di posko BPBD di Asrama Haji Surabaya membenarkan bahwa BPBD Jatim telah menyediakan masker untuk jemaah haji.

“Untuk pemulangan jemaah haji, telah disediakan 20 ribu masker dengan standar minimal 3 lapis (3 ply). Dan yang saat ini dipakai adalah masker dengan jenis KF,” ujar Satriyo Nurseno.

Satriyo menambahkan, selain distribusi masker, BPBD juga memberikan edukasi pemakaian masker.

“Jadi kami siap jika jemaah perlu bantuan mengganti maskernya. Selain itu, kami juga coba ingatkan jika ada jemaah yang melepas maskernya, atau masker terpasang yang kurang tepat,” katanya.

Selain di Bandara, dilakukan juga di Asrama Haji. Seharusnya menggunakan masker 3 lapis yang menutup hidung, mulut, dan dagu selama berada di dalam ruangan atau ketika berada dalam kondisi kerumunan.***

Artikulli paraprakSiapkan pengganti Leo Lelis, Aji Santoso Ingin Raih Poin Perdana
Artikulli tjetërPersebaya Latihan Tertutup jelang Kontra Persita