simple hit counter
Hukrim

Polisi Gerebek Kampung Narkoba Surabaya, Satu Bandar Tertangkap

×

Polisi Gerebek Kampung Narkoba Surabaya, Satu Bandar Tertangkap

Sebarkan artikel ini
Petugas saat menangkap bandar Faisal di kampung Kunti Surabaya, Selasa (5/10/2011) malam, dalam operasi gabungan Dit Reskoba Polda jatim, Sat Reskoba Polrestabes Surabaya, BNNP Jatim dan BNNK Surabaya./ Foto: Wicak
Petugas saat menangkap bandar Faisal di kampung Kunti Surabaya, Selasa (5/10/2011) malam, dalam operasi gabungan Dit Reskoba Polda jatim, Sat Reskoba Polrestabes Surabaya, BNNP Jatim dan BNNK Surabaya./ Foto: Wicak

PORTALSURABAYA.COM – Kampung narkoba Jl Kunti Surabaya mendadak sepi seketika saat kepolisian dari Dit Reskoba Polda Jatim, Sat Reskoba Polrestabes Surabaya, BNNP Jatim dan BNNK Surabaya melakukan operasi.

Kampung yang selalu ramai dari hingar bingar pesta dan peredaran narkotika itu, langsung senyap dan seluruh warga menutup pintu kedatangan ratusan anggota kepolisian untuk menangkap Target Operasi (TO).

Operasi itu, petugas gabungan mengamankan TO Faisal, salah satu bandar yang menjadi target. Saat dilakukan penggeledahan di rumahnya, ditemukan barang bukti 1 poket sabu.

Sementara di gubuk yang juga menjadi tempat Tersangka melakukan pesta sabu, ditemukan 4 poket sabu, 1 bendel plastik klip, alat hisap dan buku catatan penjualan yang tertera nominal ratusan juta.

Kabag Binops Ditreskoba Polda Jatim, AKBP Syamsul Makali mengatakan, penggerebekan di kampung narkoba tersebut sebagai bentuk komitmen, juga menciptakan zero narkoba di Surabaya.

“Kegiatan ini untuk menuju kampung tangguh zero (bebas) narkoba. Ini merupakan program bapak Kapolda Jatim,” ungkapnya.

Diketahui, pengerahan ratusan petugas dari Polda Jatim, Polrestabes Surabaya, BNNP Jatim dan BNNK Surabaya ini untuk melakukan penangkapan terhadap tiga bandar yang menjadi target operasi (TO).

“Hari ini ada tiga TO yang akan kami tangkap. Namun hanya 1 yang dapat diamankan beserta barang bukti,” tambah Syamsul Makali.

Ditanya sebelum operasi dilakukan terjadi kebocoran, saat sebelum petugas tiba di lokasi, AKBP Samsul Makali tidak memungkiri, apalagi ada suara sirene sebelum petugas tiba.

“Tidak menutup kemungkinan (bocor). Tadi sebelum kami tiba, sudah terdengar suara sirene. Kalau melihat polanya kemungkinan sudah ada kerjasama dengan warga setempat,” paparnya.

Disinggung apakah pihaknya akan terus gencar melakukan kegiatan, Syamsul dengan tegas menjelaskan akan terus memantau kampung Kunti yang menjadi kawasan peredaran narkoba itu.

“Kami akan terus melakukan kegiatan disini, bila perlu anggota akan terus ditempatkan hingga kawasan sini menjadi zero narkoba,” pungkasnya.

Guna proses hukum, petugas gabungan itu membawa terduga pengedar sabu Faisal ke Polrestabes Surabaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di GoogleNews PUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *