simple hit counter
Pantura

Peringati Kemerdekaan RI, Aktivis Gepal Gresik Kritik Perpanjangan PPKM Level 4

×

Peringati Kemerdekaan RI, Aktivis Gepal Gresik Kritik Perpanjangan PPKM Level 4

Sebarkan artikel ini
Aktivis Gepal melakukan upacara peringatan 17 Agustus di Pesisir Pantai Pasir Putih Dalegan, Selasa (17/8/2021).
Aktivis Gepal melakukan upacara peringatan 17 Agustus di Pesisir Pantai Pasir Putih Dalegan, Selasa (17/8/2021).

PORTALSURABAYA.COM – Berbagai cara dilakukan untuk memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76.
Seperti yang dilakukan oleh para aktivis Gresik yang tergabung dalam Gerakan Penolakan Lupa (Gepal) di Pesisir Pantai Pasir Putih Dalegan, Selasa (17/8/2021).

Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, upacara Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-76 kali ini diwarnai kritik terhadap kebijakan perpanjangan PPKM level 4 sebagai upaya penanganan Covid-19 di Indonesia khususnya Jawa dan Bali.

Koordinator Gepal Syafiuddin Kc yang sekaligus bertindak sebagai instruktur upacara menilai, perpanjangan PPKM level 4 sangat berdampak terhadap ekonomi masyarakat kecil. Sebab kebijakan tersebut cenderung membuat rakyat semakin menjerit dan susah.

“Dampak perpanjangan PPKM level 4 sangat luar biasa, pemerintah telah membuat susah rakyat, karena ekonomi rakyat menjadi sulit, ditambah lagi pemerintah tidak berani memberikan jaminan penuh terhadap rakyat,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi itu akan membuat situasi sosial semakin tak terkendali. Untuk mengembalikan keterpurukan ekonomi masyarakat arus bawah pun tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

“Butuh waktu panjang untuk mengembalikan ekonomi rakyat, karena lima tahun kedepan kita harus bangkit lagi mulai dari Nol,” ucapnya.

Lebih jauh, Udin mengurai, banyaknya anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk kebijakan PPKM level 4 justru menuai potensi-potensi tindak korupsi oleh para pejabat korup.

Lebih ironi lagi, pemberian diskon besar-besaran terhadap masa hukuman tahanan koruptor justru terjadi di tengah situasi pandemi ini. Padahal satu sisi, Presiden Joko Widodo pernah mengatakan korupsi dana bantuan sosial hukumannnya seumur hidup atau hukuman mati.

“Bagaimana negeri ini bisa pulih jika anggaran pemerintah terus digelontorkan tapi malah berpotensi banyaknya koruptor. Ironinya lagi, justru saat ini diskon besar-besaran terhadap hukuman tahanan koruptor terjadi. Padahal satu sisi presiden pernah mengatakan korupsi dana bantuan sosial hukuman seumur hidup atau hukuman mati,” tutupnya.

Oleh karenanya, ia menegaskan bahwa pemerintah harus mencari solusi atas kebijakan PPKM level 4 ini. Sebab jika berlarut-larut tidak akan menjadi solusi terbaik.

“Pemerintah harus mengambil sikap berlakukan karantina wilayah, karena jika PPKM berlarut-larut tidak akan ada solusi bagi pandemi ini,” jelas Udin.

Sekadar informasi, upacara Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 Gepal ini dihadiri sekitar 50 aktivis berbagai LSM di Gresik. Turut hadir juga sejumlah tokoh masyarakat Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Gresik.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di GoogleNews PUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *