Pantura

Kuatkan Peran Kecamatan Dalam Pembangunan Desa, Ini Harapan Bupati Gresik

×

Kuatkan Peran Kecamatan Dalam Pembangunan Desa, Ini Harapan Bupati Gresik

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2023-05-20 at 10.37.35
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, mengukuhkan organ pengelola Mesjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Mesjid Agung, Gresik.

PORTALSURABAYA.COM – Dalam rangka meningkatkan kualitas dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Perlu memaksimalkan peran kecamatan sebagai perangkat daerah terdepan dalam melaksanakan pelayanan publik.

Hal ini disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menghadiri kegiatan penguatan peran kecamatan dalam pembangunan desa di Kabupaten Gresik tahun 2023. Acara yang di inisiasi paguyuban Camat dan Ketua PKK Kecamatan se-Kabupaten Gresik ini digelar di Hotel Jambuluwuk Kota Batu, Jum’at (19/5/2023) malam.

Kegiatan ini juga sekaligus pelepasan 3 Camat yang sudah purna tugas diantaranya Camat Ujungpangkah Arifin, Camat Panceng Ahmad Nasikh serta Camat Bungah Munir.

Disamping tugas tersebut, lanjut bupati, Camat mempunyai peran strategis dalam pembinaan dan pengawasan desa. Tugas itu meliputi fasilitasi, rekomendasi dan koordinasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan desa.

“Camat tumpuannya sangat besar, dengan minim anggaran tetapi harus mampu menjadi seorang leader di tingkat kecamatan. Saya ucapkan terima kasih juga kepada Camat yang sudah purna tugas atas kontribusi dan kerjasamanya selamanya menjabat. “ujarnya.

Baca Juga: Pemkab Gresik Dan Bea Cuka Ajak Masyarakat Berantas Rokok Ilegal

Dikatakan, dengan kebersamaan dan gotong royong kita punya pengalaman panjang. Mulai dari penanganan Covid 19 penyakit mulut dan kuku (PMK) sampai dengan pengendalian Inflasi.

“Selain itu, ada lagi yang harus kita kerjakan bersama yaitu menurunkan angka stunting dan kemiskinan ekstrim, “tambahnya.

Tidak hanya itu, Progres kita menuju yang baik terus meningkat upaya pemerintah daerah terkait pengawasan tindak pidana korupsi. Hasil penilaian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terhadap program Monitoring Center For Prevention (MCP) di lingkungan Pemkab Gresik menunjukkan peningkatan. Dari nilai 84,72 pada tahun 2021 menjadi 94 pada tahun 2022.

“Alhamdulillah sekarang dapat melampaui target yang telah ditetapkan yaitu 92,5. Di sini ada peran pelayanan dan pengawasan kepala daerah. Maka kualitas pelayanan ini juga harus terus kita tingkatkan, “harapnya.

Dirinya menambahkan, penanganan kemiskinan ekstrim harus kita selesaikan. Banyak program atas usulan daerah melalui Inpres yang baru insya Allah terlaksana di tahun ini. Inpres ini menjadi rebutan, Kabupaten Gresik mendorong Inpres ini salah satunya untuk perbaikan infrastruktur di pulau bawean.

“Mudah-mudahan masyarakatnya ikut berpartisipasi, sehingga angka kemiskinan ekstrim di Bawean segera terselesaikan, “pungkasnya.

Turut mendampingi Bupati Gresik, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Abu Hassan, Kepala Dinas Perhubungan Tarso Sagito. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *