Rabu, 17 Agustus 2022 - 14:36:14
27 C
Surabaya

Simental Berbobot 1,2 Ton sapi kurban Jokowi di Masjid Al Akbar Surabaya

PORTALSURABAYA.COM – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia (RI), berkurban sapi di berbagai daerah. Termasuk di Masjid Al Akbar, Surabaya.

Kali ini Jokowi, sapaan akrab Presiden, berkurban sapi jenis Simental dengan berat 1,2 ton, tinggi pundak 151 cm, panjang badan 187 cm, dan lebar dada 256 cm.

“Sapi kurban Presiden Jokowi diperoleh dari peternak Dandy Narindra asal Desa Sukapura, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo,” ungkap Helmy M. Noor, Humas Masjid Al Akbar, Jumat (8/7/2022).

Selain sapi kurban Jokowi, ada juga hewan kurban dari Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, dan Emil Elestianto Dardak, Wagub Jatim.

“Jenis sapi kurban Gubernur Khofifah adalah Simental, dengan warna merah, berat badan 1.050 Kg, dan panjang 195 cm,” jelas Helmy.

Sapi kurban Khofifah, lanjut Helmy, berasal dari peternak Budiono asal Desa Kanten, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro.

Sedangkan jenis sapi kurban Emil Dardak adalah jenis Simental, warna merah, dengan berat badan 950 kg.

“Sapi kurban Wagub Emil diperoleh dari peternak Budiono asal Desa Kanten, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro juga,” imbuh Helmy.

Dikatakan Helmy, untuk penyembelihan seluruh hewan kurban di Masjid Al Akbar akan dilaksanakan H+1 Idul Adha, yakni pada Senin, 11 Juli 2022, mulai pukul 06.00 WIB di area lantai dasar Masjid Al Akbar seluas 1.300 m2.

“Pemotongan akan melibatkan juru sembelih dari Juleha (Juru Sembelih Halal, yang disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur) dan pekerja rumah potong hewan,” pungkas Helmy.***


BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

0FansSuka
3,437PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

BERITA PILIHAN

‘Paceklik’ di Masa PPKM, Baznas-ACT Kalsel Borong Rujak dan Pecel Acil Marium

“Poinnya adalah membantu pelaku UMKM yang terdampak pandemi. Tak hanya borong barang dagangan mereka, kita juga suntikkan tambahan modal,” ungkap Saddam.

BERITA TERKINI

MOST POPULAR