Gresik

Manajemen RSWH Balongpanggang Gresik Santuni 200 Siswa Yatim SD dan MI

×

Manajemen RSWH Balongpanggang Gresik Santuni 200 Siswa Yatim SD dan MI

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2022-04-28 at 00.29.53
Direktur Utama RSWH dr Titin Ekowati (tiga dari kiri) bersama siswa yatim SD-MI usai memberikan santunan, Selasa (26/4/2022)./ Foto: Bram

PORTALSURABAYA.COM – Sekitar 200 anak yatim yang berstatus pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik mendapatkan santunan pada bulan Ramadan 1443H dari Rumah Sakit Wates Husada (RSWH) Balongpanggang.

Selain santunan berupa uang, manajemen RSWH juga memberikan bingkisan serta tas sekolah kepada ratusan anak yatim siswa SD dan MI yang di undang pada acara yang bertemakan indahnya berbagi di bulan suci. Selain santunan, juga digelar Istiqosah serta Tilawatil Qur’an. Agenda ini merupakan rangkaian RSWH selama bulan Ramadan tahun ini.

Direktur Utama RSWH, dr Titin Ekowati mengatakan santunan kepada anak yatim ini merupakan agenda rutin yang digelar manajemen Rumah Sakit setiap bulan Ramadan. Selain itu juga ada kegiatan Istiqosah dan Tilawatil Qur’an.

Baca Juga: Usai Ziarah, Bupati Gresik Kunjungi Tradisi Malem Selawe Ramadan 2022

“Santunan kepada anak yatim ini sudah dilakukan sudah lama, setiap bulan puasa dilaksanakan. Agenda rutin sejak awal berdirinya RSWH,” katanya, Rabu (27/4/2022).

Dr Titin menyebut untuk tahun ini santunan khusus diberikan kepada anak-anak SD dan MI, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang lebih kepada anak-anak yatim di setiap desa atau di yayasan.

“Tahun ini sengaja kami membagikan santunan kepada anak-anak sekolah khususnya anak yatim SD dan MI. Keseluruhan ada sekitar 200 siswa yatim di Kecamatan Balongpanggang,” ungkapnya.

Wanita yang juga alumni S2 Unair ini berharap untuk tahun-tahun yang akan datang, bisa lebih melaksanakan kegiatan yang lebih selain santunan kepada anak yatim.

“Ini merupakan agenda rutin dan wajib bagi manajemen RSWH. Bersyukur telah diberikan rejeki dan mudah-mudahan kedepan bisa memberikan santunan tidak hanya kepada anak yatim, tapi juga bagi kaum dhuafa dan fakir miskin,” ungkap dr Titin.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *