simple hit counter
Persebaya Kita

Bonek kasih ‘Kartu Kuning’ buat PSSI

×

Bonek kasih ‘Kartu Kuning’ buat PSSI

Sebarkan artikel ini
Story STB - Bonek kasih 'Kartu Kuning' buat PSSI
Bonek kasih 'Kartu Kuning' buat PSSI.

PORTALSURABAYA.COM – Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 telah berjalan selama 23 pekan. Liga sepak bola kasta tertinggi tanah air menuju penghujung.

Sejumlah masalah klasik masih saja terjadi, bahkan makin telanjang dipertontonkan. Tragisnya PSSI bergeming, tidak ada tanda-tanda perbaikan sedikit pun.

Hal inilah yang menjadi kegelisahan suporter sepak bola, khususnya Bonek. Sebagai ungkapannya dituangkan dalam ‘Surat Terbuka – Kartu Kuning untuk Iwan Bule’. Bila tiada respon, Bonek akan gruduk Jakarta pada Rabu, 22 Februari 2022 mendatang.

“Selama separuh lebih perjalanan kompetisi musim ini, kita diberi tontonan sepak bola yang masih seperti dulu. Bahkan makin telanjang dipertontonkan,” tandas Husain Ghozali, Sabtu (5/2/2022), mewakili Greennord27, Tribun Kidul, Tribun Timur dan Gate21.

Salah satu yang menjadi sorotan, imbuh Cak Conk, sapaan akrabnya, adalah wasit. Kualitas dan integritas wasit yang berada di titik nadir adalah salah satu aib yang masih terpelihara.

Keputusan yang syarat ‘standar ganda’ masih terus dipraktekkan tanpa rasa bersalah. Peluit mereka ditiupkan bukan lagi untuk menegakkan regulasi melainkan untuk mengamankan kepentingan.

Cak Conk pun mencontohkan, ada pemain yang sengaja menendang perut lawan, dibiarkan saja tanpa sanksi. Sementara di lain waktu, ada pemain yang mencoba merebut bola yang membuatnya berbenturan dengan pemain lawan, langsung diusir dari lapangan dengan kartu merah.

“Kesetaraan di mata hukum tak lagi berlaku,” ungkapnya.

Disamping itu, masih banyak keputusan-keputusan pengadil selama pertandingan lainnya yang berat sebelah. Ada tim yang nyaris menang, malah dipaksa berbagi poin dengan tuan rumah. Itu setelah pemain dalam posisi onside tapi divonis offside sehingga peluang emas yang bisa berujung gol harus patah oleh integritas pengadil lapangan yang keropos.

Lebih lanjut Cak Conk mebeberkan, kasus lain yang tak kalah jahatnya adalah ada tim yang dipaksa bermain kendati jumlah pemain mereka sedang terjangkit Covid-19 dalam jumlah yang masif. Bahkan, untuk memenuhi syahwat federasi, pemain yang masih cedera pun dipaksa mengisi kuota di line up pemain.

Memang, akhir-akhir ini Bali tidak bersahabat bagi pemain bola yang berkompetisi di sana. Saat ini saja, hampir 100 kasus pemain dan ofisial yang terinfeksi Covid-19. Sudah di luar batas kewajaran. Salah satu penyebabnya, jadwal bertanding di tengah malam yang sangat rawan bagi kesehatan pemain.

“Meski begitu, federasi diam saja. Padahal, mereka sadar bahwa berdiam diri melihat praktek kejahatan secara terus-menerus, sama halnya mereka mengakui dan menjadi bagian dari kejahatan itu sendiri. Janji untuk berubah pun seperti jauh panggang dari api,” tegas Cak Conk.

Kini, Bonek pun jengah melihat sepak bola tanah air yang mulai sekarat dalam kendali Mochamad Iriawan alias Iwan Bule itu sebagai Ketua Umum PSSI. Dengan begitu, Bonek putuskan berikan ‘Kartu Kuning’ sebagai peringatan awal bagi Iwan Bule dan kroni-kroninya yang terbukti tidak becus mengurusi sepak bola tanah air.

“Sikap tegas kami ini adalah peringatan terakhir. Jika Iwan Bule tidak melakukan perbaikan terutama di kompetisi sepak bola yang sedang berjalan, maka jangan salahkan kami yang siap berbondong-bondong gruduk Jakarta sekaligus memberikan Kartu Merah. Iwan Bule out!” tekad Cak Conk.***

Cek Berita dan Artikel yang lain di GoogleNews PUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *