simple hit counter
More

Tips bila Jemaah Haji terpisah dari Rombongan

×

Tips bila Jemaah Haji terpisah dari Rombongan

Sebarkan artikel ini
IMG 20220701 WA0007 01 - Tips bila Jemaah Haji terpisah dari Rombongan
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH/rompi hitam) bersama 3 jemaah haji asal Kolaka Utara, Sulawesi Barat yang tersesat usai sholat Subuh, Kamis (30/6/2022) lalu. Foto: Humas Kanwil Kemenag Jatim

PORTALSURABAYA.COM – Mendekati puncak Armusna yang jatuh pada 8-13 Dzulhijah, trafik jemaah haji dari seluruh dunia di Masjidil Haram semakin padat.

Akibatnya, selepas salat lima waktu, banyak sekali jemaah haji tersesat. Pun jemaah asal Indonesia, mereka tersesat karena salah pulang ataupun terpisah dari rombongan.

Terkait hal tersebut, Husnul Maram, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kakanwil Kemenag Jatim) yang saat ini menjadi tim pemantau haji di Tanah Suci menjelaskan, bahwa jika ada jemaah yang terpisah rombongannya maka diharapkan jangan panik dan ketakutan.

“Sebaiknya berusaha mencari petugas Haji Indonesia yang sudah disebar di setiap sudut strategis yang mudah ditemui oleh jemaah,” ungkap Maram.

Pun jika jemaah yang tersesat tidak berhasil menemukan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dengan seragam rompi hitam kemeja putih dan topi logo merah putih, maka sebaiknya jemaah mencari jemaah haji Indonesia yang lain meskipun tidak satu daerah dan penginapan.

“Cukup mengikuti jemaah haji tersebut sampai ke sektor hotelnya baru kemudian akan ditangani oleh pihak PPIH Tim Integrasi yang akan mengantar jemaah sampai ke hotelnya,” tambah Maram.

Kisah jemaah yang bingung arah pulang pun ditemui Kakanwil di Tanah Suci. Saat itu, tutur Husnul Maram, pada Kamis (30/6/2022) waktu setempat, selepas salat Subuh ia menemukan jemaah haji Indonesia dari Kolaka Utara, Sulawesi Barat yang bingung arah pulang.

“Jemaah yang ditemukan, terdiri dari tiga orang Ibu-ibu yang sudah berusia lanjut dan terpisah dari rombongannya, salah seorang diantaranya tampak sangat bingung sambil menahan tangis karena takut dan sedih tidak bisa pulang ke penginapan,” terangnya.

Perjumpaan dengan jemaah haji tersesat tersebut terjadi tepatnya di area sa’i lantai dua Masjidil Haram.

Kebetulan saat itu Kakanwil yang juga mengenakan rompi hitam PPIH bersama Mashuri Masyhuda dan Yahya, dua orang petugas haji yang sama-sama menunaikan sholat subuh di Masjidil Haram menemukan ketiganya.

“Kami berusaha menenangkan jemaah tersebut dan memeriksa dokumennya menanyakan beberapa informasi yang seharusnya. Mereka agak kesulitan menjelaskan karena tidak paham dan selama ini hanya mengandalkan rekannya sesama jemaah haji jika akan pergi ke Masjidil Haram,” ujar Husnul Maram.

Jemaah haji yang menuntun mereka, jelas Maram kebetulan terpisah shaf saat ditertibkan oleh petugas di Masjidil Haram. Sampai akhirnya tidak bertemu lagi dengan rekannya.

“Pak Mashuri yang paham bahasa daerah mereka karena sama-sama orang Bugis, maka ketiganya sedikit merasa tenang,” sambungnya.

Kakanwil Kemenag Jatim selanjutnya bersama-sama mengantar jemaah tersebut ke pos pantau Tim Sektor Khusus untuk ditindaklanjuti dan diantar sampai ke penginapan jemaah.

Sebagai informasi, terdapat enam sektor petugas haji dalam menjalankan tugasnya. Termasuk sektor khusus di Masjidil Haram yang tupoksinya memang untuk menjadi pemandu jemaah yang tersesat dan terpisah dari rombongannya.

Keberadaan tim sektor khusus ini sangat vital karena mereka bekerja maksimal untuk menemukan dan menjaring jemaah-jemaah yang perlu petunjuk arah kepulangan melalui 3 terminal keberangkatan Bus Shalawat.***

Cek Berita dan Artikel yang lain di GoogleNews PUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *