Terapis Pijat juga Bisa Merasakan Haji Akbar

Heru Suyadi bersama istri. Foto: Humas Kanwil Kemenag Jatim

PORTALSURABAYA.COM – Berprofesi sebagai terapis pijat urat, membawa keberkahan bagi Heru Suyadi. Jemaah haji asal Maospati, Sugihwaras, Magetan yang sudah 25 tahun menekuni profesi tersebut akhirnya mampu pergi ke Tanah Suci bersama istri tercinta.

Pria dengan 4 anak dan 7 cucu ini tidak pernah mematok harga kepada setiap pengunjung yang ingin terapi. Meski hanya dibayar sukarela, dia tidak peduli, karena yang dicari hanyalah keberkahan.

“Alhamdulillah profesi ini membawa barokah, karena tidak memasang tarif dan sukarela, meskipun secara medis, mohon maaf, nilainya lebih dari itu. Tapi saya tidak mempedulikan itu, yang penting keberkahannya,” kata Heru Suyadi.

Pria yang pada bulan Agustus nanti genap berusia 55 tahun ini menceritakan keahliannya memijat tidak hanya ditunjukkan di Magetan tapi juga saat di Tanah Suci. Ia dengan sukarela membantu tim kesehatan yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 6 Embarkasi Surabaya.

“Sewaktu saya di Makkah, saya malah dengan Bu Pita (tim kesehatan) diajak bergabung untuk saling membantu, beliau dokternya, saya sebagai terapi pijatnya,” ceritanya.

Pria yang juga aktif mengurus masjid ini sebenarnya termasuk jemaah haji yang mengalami ketertundaan haji. Seharusnya ia dijadwalkan berangkat pada 2020, namun karena wabah corona, impiannya itu sempat tertunda.

Sedih sempat dirasakan, namun hal itu terbayarkan berkali-kali lipat karena ia bisa merasakan momen haji akbar. Di mana puncak ibadah haji atau wukuf yang dilaksanakan di hari terbaik yaitu Jum’at.

“Saya baru naik haji satu kali, tapi dinilai 70 kali karena haji akbar. Sebetulnya saya berangkat tahun 2020, tapi karena ada peristiwa corona jadi tertunda. Saya matur nuwun, dengan adanya corona, saya bisa haji akbar. Kalau tidak ada peristiwa itu saya mungkin tidak bisa haji akbar,” pungkasnya.***

Artikulli paraprakUM Surabaya Tetap Menjadi Official Partner Persebaya di 2022
Artikulli tjetërPerkenalkan Fasilitas, RS Wates Husada Gresik Undang 8 Puskesmas Partner Gathering