simple hit counter
Persebaya Kita

Pesan Ibunda Andhika Ramadhani: Jangan Malas dan Tetap Puasa

×

Pesan Ibunda Andhika Ramadhani: Jangan Malas dan Tetap Puasa

Sebarkan artikel ini
IMG 20211208 WA0001 01 - Pesan Ibunda Andhika Ramadhani: Jangan Malas dan Tetap Puasa
Andhika Ramadhani. Foto: Joko Kristiono/Portal Surabaya

PORTALSURABAYA.COM – Andhika Ramadhani, Ernando Ari Sutaryadi, Koko Ari Araya dan Rizky Ridho, empat pemain Persebaya Surabaya, telah tiba di Korea Selatan. Mereka menyusul Marselino Ferdinan untuk menjalani Pemusatan Latihan (TC) Timnas U-23 di bawah asuhan Shin Tae-yong (STY) di negeri Gingseng hingga 29 April 2022 mendatang.

Ini merupakan mimpi yang menjadi nyata bagi Andhika Ramadhani sebagai salah satu pemain profesional. Mimpi kiper muda andalan Persebaya Surabaya Andhika Ramadhani untuk bergabung dengan Timnas mulai terwujud.

Rabu (6/4/2022) lalu Andhika telah terbang ke Jakarta lalu lanjut mengikuti TC Timnas U-23 di Korea Selatan.

Kiper muda yang kerap dipanggil Dhika jebolan kompetisi internal Persebaya itu mampu mencatatkan penampilan gemilang saat membela Persebaya sepanjang kompetisi liga 1 musim 2021/2022. Tak heran jika akhirnya pelatih STY kepincut dengan penampilan kiper kelahiran 5 Januari 1999 itu.

Dhika mengisahkan pertama kali mendapat panggilan Timnas saat perhelatan piala AFF U-23 pada Februari 2022 lalu. Kala itu Andhika diminta untuk mempersiapkan paspor dan kebutuhan lainnya untuk mengikuti TC di Korsel.

Keberangkatan Dhika pun disambut suka cita keluarganya. Sunanti, sang Ibunda tercinta berpesan kepada Dhika agar dirinya tak menyia-nyiakan kesempatan emas bergabung Timnas U-23.

“Pesannya jangan sampai nggak puasa di sana. Memaksimalkan semua kesempatan yang ada di sana, jangan malas-malasan,” ungkapnya menirukan pesan Ibunda saat dihubungi via pesan singkat, Jum’at (8/4/2022).

Keberhasilan Dhika menembus Timnas U-23 patut dibanggakan. Pasalnya perjuangan Dhika menjadi pesepak bola profesional bukanlah hal mudah.

Dhika adalah seorang anak yatim yang tinggal bersama sang Ibu. Ayahnya meninggal saat ia masih kecil.

Hidup bersama sang Ibunda membuat pemuda asli Surabaya itu harus pandai membagi waktu. Saat masih duduk di bangku sekolah, Dhika ikut menjaga warung kopi (warkop) milik Ibunya.

Meski harus membagi waktu antara sekolah dan membantu sang Ibu menjadi penjaga warkop, tidak membuat Dhika meninggalkan sepak bola.

Dhika mulai menimba ilmu sepak bola bersama salah satu klub internal Persebaya, El Faza, milik Mat Halil, legenda Persebaya.

Dhika kemudian menembus skuad Persebaya U-20 yang berlaga di ajang Elite Pro Academy (EPA) U-20 2019 dan juara di Bali.***

Cek Berita dan Artikel yang lain di GoogleNews PUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *