simple hit counter
Surabaya Raya

Fotografi Analog Menolak Punah a la Ciphoc

×

Fotografi Analog Menolak Punah a la Ciphoc

Sebarkan artikel ini
IMG 5164 - Fotografi Analog Menolak Punah a la Ciphoc
Pameran fotografi analog menolak punah a la Ciphoc. Foto: Rendy Agung/Ciphoc

PORTALSURABAYA.COM – Berbagai upaya melestarikan fotografi analog terus dilakukan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Communication Photography Club Universitas Dr. Soetomo (UKM Ciphoc Unitomo) Surabaya. Salah satunya menggelar pameran foto analog bertema ‘Ampuh’ (Analog Menolak Punah) di lobi Gedung F Unitomo, 10-15 Juli 2023.

Pameran fotografi ‘Ampuh’ ini menampilkan 25 Mahakarya foto analog dengan 4 pameris angkatan 2021. Mereka adalah Adrianus Masang Maran, Reza Nugraha, Andika Setiyadi, dan Putri Yeza.

Menurut Adrianus Masang Maran, Ketua Pelaksana pameran, UKM Ciphoc masih merawat dan menjaga tradisi menggunakan kamera analog serta mengemasnya menjadi mahakarya dalam pameran. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk menolak akan kepunahan kamera analog di era digitalisasi yang semakin pesat.

“Fotografi analog merupakan fotografi yang menggunakan media roll film untuk merekam subjek dan diperkenalkan pada tahun 1980-an lalu populer pada zaman itu. Pada era modern ini fotografi analog seolah mengalami kemunduran karena adanya kamera digital yang lebih canggih dan tanpa ada batasan penyimpanan file foto dibandingkan analog,” ujar Adrianus Masang Maran, dalam keterangan tertulisnya.

Foto – Foto yang disajikan, lanjut Adrianus, tidak terlepas dari kreativitas yang berasal dari keresahan pameris dalam kehidupan sosial maupun diri sendiri yang diinterpresentasikan melalui karya foto analog. Terdapat juga salah satu karya foto dari Putri Yeza, salah satu pameris, sebagai foto Master Piece pada pameran kali ini yang menuangkan visual berupa kamera analog yang didouble exposure dengan pistol. Mengartikan bahwa analog merupakan senjata yang masih mampu menyampaikan pesan melalui fotografi.

Selain menyajikan mahakarya, pada pameran kali ini memiliki rangkaian acara seperti Fashion Show Batik dari Putra-Putri Kampus Unitomo, mengundang Guess star Veve Sylvia, Runner-up 2 Miss Queen Indonesia 2021, dan beberapa penampilan dari mahasiswa yaitu tari remo, musikalisasi puisi dan pencak silat.

“Konsep budaya bertujuan untuk meningkatkan kecintaan terhadap budaya yang sudah diwariskan leluhur sehingga bisa diimplementasikan di kehidupan kampus serta memberikan peluang bagi mahasiswa yang memiliki bakat seni,” pungkasnya.***

Cek Berita dan Artikel yang lain di GoogleNews PUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *