Minggu, 3 Juli 2022 - 17:45:14
27 C
Surabaya

‘Paceklik’ di Masa PPKM, Baznas-ACT Kalsel Borong Rujak dan Pecel Acil Marium

PORTALSURABAYA.COM – Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di masa pandemi Covid-19, membuat banyak pedagang kaki lima (PKL) alias pedagang kecil di sejumlah wilayah, kelimpungan karena dagangannya tak laku. Tak terkecuali di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Seperti yang dialami Acil Marium misalnya. Pedagang rujak cingur dan pecel sayur yang biasa berjualan di sekitar Jalan Pangeran, Banjarmasin Utara ini mengaku, dua hari terakhir selama perpanjangan PPKM — awalnya PPKM Darurat diganti Level 1-4 — hanya mendapat Rp 20 ribu.

Namun, Selasa siang (7/9/2021) kemarin, wajah perempuan 35 tahun itu semringah. Sebab semua dagangannya diborong Tim Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalsel dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Kalsel.

Ceritanya, siang itu, Acil tengah istirahat dengan bersandar pada tiang penyanggah lapak miliknya. Sesekali ia terlihat mengibaskan kipas kecil dari daun pisang dengan tangan kanannya untuk mengusir lalat. Sementara tangan kirinya menyeka keringat di wajahnya.

Baca Juga: Bikin Bangga Warga Osing! Setelah Beras Organik, Giliran “Kopi Lego” Ikut Mendunia

Diakui Acil, aktivitas yang dilakukan saban hari selama pandemi Covid-19 ini kadang membuatnya jenuh. Ia merasa usahanya seperti sia-sia karena tak ada hasil. Namun demi sesuap nasi ia rela bersabar.

Dan kesabarannya itu menuai hasil. Seluruh dagangannya ludes diborong Tim Baznas dan ACT Kalsel. Rasa syukur pun terucap dari mulut Acil. “Alhamdulillah!,” ucapnya semari mengaku senang ketika mengetahui dagangannya dibagikan ke masyarakat secara gratis.

Sementara Wakil Kepala Pelaksana Baznas Provinsi Kalsel, Saddam Nur Hidayat mengatakan, aksi borong dagangan pedagang kecil seperti milik Acil Marium ini bukan dilakukan tanpa alasan.

Baca Juga: Bupati Probolinggo Terjaring OTT, Firli Bahuri: KPK Berkomitmen Memberantas Korupsi

Aksi borong dagangan yang dilakukan Tim Baznas dan ACT Kalsel itu merupakan program bantuan untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di masa pandemi.

“Poinnya adalah membantu pelaku UMKM yang terdampak pandemi. Tak hanya borong barang dagangan mereka, kita juga suntikkan tambahan modal. Sementara dagangan yang kita borong, langsung kita bagikan kepada masyarakat sekitar, sehingga dampaknya semakin luas,” ungkap Saddam di Banjarmsin, Rabu (8/9/2021)

Dan untuk mendukung aksi borong dagangan tersebut, lanjut Saddam, Baznas Kalsel berkolaborasi dengan ACT Kalsel.

“Tahap awal, program ini kami gelar di Kota Banjarmasin selama 10 hari ke depan. Sementara alokasi dana yang kami siapkan untuk mendukung program ini sebesar Rp 20 juta,” tandasnya.*


BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

0FansSuka
3,380PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

BERITA PILIHAN

Jelang Keberangkatan, Dua CJH asal Nganjuk Meninggal Dunia

PORTALSURABAYA.COM - Ajal bisa datang setiap saat. Tidak ada yang tahu kapan maut datang menjemput. Begitu pula dengan haji yang merupakan panggilan Ilahi. Hal tersebut...

BERITA TERKINI

MOST POPULAR