Kamis, 30 Juni 2022 - 03:17:01
27 C
Surabaya

Buka ‘Lapak Covid-19’ Gratis, Ipuk Apresiasi Para Pelukis Banyuwangi

PORTALSURABAYA.COM – Di tengah situasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali yang resmi diperpanjang hingga 2 Agustus 2021, solidaritas warga Banyuwangi untuk membantu warga terdampak, terus bermunculan.

Salah satunya datang dari Komunitas Pelukis Artos Kembang Langit yang menyediakan lapak kebutuhan pokok dan bisa diambil warga secara cuma-cuma alias gratis. Lapak itu dinamakan Lapak Berbagi Teman Peduli Sesama atau Lapak TPS untuk membantu warga terdampak Covid-19.

Aksi ini pun mendapat apresiasi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani yang mengatakan, di tengah situasi sulit seperti saat ini, semangat solidaritas masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu warga terdampak Covid-19.

“Sinergi seperti ini sangat kita butuhkan dalam menghadapi masa sulit seperti sekarang. Kita tidak bisa bergerak sendiri-sendiri. Semua harus bergotong royong dan saling peduli,” kata Ipuk, Senin (26/7/2021).

Baca Juga: Keliling Jenguk Warga Isoman, Bupati Ipuk Bagi-bagi Vitamin 

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengumumkan memperpanjang PPKM Level 4 untuk Jawa-Bali mulai hari ini (26/7/2021) hingga 2 Agustus 2021 mendatang. Sebelumnya sudah diberlakukan PPKM Darurat sejak 3-25 Juli kemarin.

“Terima kasih Artos Kembang Langit yang telah menginisiasi program ini. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi komunitas yang lain untuk melakukan hal yang sama,” sambungnya.

Menurut Ipuk, saat ini bukan masanya lagi untuk saling menyalahkan. Semua pihak harus saling bahu-membahu menangani berbagai dampak pandemi Covid-19.

“Sebelumnya ASN telah melakukan aksi sosial. Pada Hari Belanja lalu, mereka gotong royong berbelanja beras dan menghasilkan 53 ton beras diberika kepad warga yang terdampak PPKM Darurat.”

Baca Juga: Terdampak PPKM! 48.965 Warga Banyuwangi Dapat Sembako dan Uang

“Pemkab juga menggalang gerakan membantu warung kecil/pedagang keliling/PKL yang jam operasionalnya harus dibatasi pada masa PPKM Darurat dimana ASN melakukan aksi bergerak memborong dagangan warung kecil atau pedagang keliling atau PKL,” jelas Ipuk.

Berawal dari Diskusi

BERAWAL DARI DISKUSI: Lapak TPS merupakan hasil diskusi komunitas pelukis dengan Disbudpar Banyuwangi. Foto/IST/Portalsurabaya.com
BERAWAL DARI DISKUSI: Lapak TPS merupakan hasil diskusi komunitas pelukis dengan Disbudpar Banyuwangi. Foto/IST/Portalsurabaya.com

Sementara Lapak TPS, merupakan aksi sedekah yang mengajak warga mampu secara ekonomi untuk membantu warga lain yang terdampak Covid-19. Bantuan yang diberikan bisa bermacam-macam, mulai aneka sayuran, sembako, hingga nasi bungkus.

“Siapapun boleh menaruh sedekahnya di Lapak TPS ini, dan siapa pun yang membutuhkan, silakan mengambil apa yang ada di sini. Gratis!” tandas Ketua Komunitas Artos Kembang Langit, kata Imam Maskun.

Imam menjelaskan, program ini berawal dari diskusi komunitasnya bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi terkait bagaimana cara meringankan beban warga yang terdampak Covid-19.

Baca Juga: Jaga Gerak Ekonomi Saat Pandemi, Serapan APBD Banyuwangi Tertinggi di Jatim

“Sebenarnya semua ikut terdampak. Termasuk para pelaku seni pun juga terdampak. Namun kami yakin masih banyak orang yang mampu (ekonominya) dan memiliki jiwa solidaritas tinggi.

Makanya, kami sepakat membuat TPS ini untuk mengajak warga saling berbagi. Ayo bersama saling membantu,” jelas Imam.

“Dan kami khusus meminta kepada warga yang bersedekah, kalau bisa membeli barang dari warung/PKL yang benar-benar terpukul selama PPKM Darurat ini. Dengan cara ini, kami berharap banyak manfaat dari program ini,” sambungnya.

Imam menyebut, saat ini masih ada 4 Lapak TPS yang diletakkan di depan Kantor Disbudpar, Kantor Kecamatan Banyuwangi, Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga, serta areal Masjid Jami’ Rogojampi.

“Lokasinya di tempat-tempat strategis. Karena tujuan kami ingin menumbuhkan semangat solidaritas. Kami berharap agar setiap warga bisa tergerak untuk saling berbagi,” katanya.

Kata Imam lagi, apa pun boleh disedekahkan, termasuk pakaian. “Bahkan, kalau ada yang ingin sedekah uang sampai Al-Qur’an juga boleh, karena kebutuhan setiap orang kan berbeda-beda,” tandasnya.*


BERITA TERKAIT

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

0FansSuka
3,371PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

BERITA PILIHAN

Sandiaga Uno Serahkan BIP JPU untuk Pelaku Kreatif di Banyuwangi

PORTALSURABAYA.COM – Sandiaga Salahudin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menyerahkan secara simbolik Bantuan Insentif Pemerintah Jaring Pengaman Usaha (BIP JPU) kepada lima orang...

BERITA TERKINI

MOST POPULAR