simple hit counter
EkbisHeadline

Limbah Hotel Jadi Berguna Diolah UMKM

×

Limbah Hotel Jadi Berguna Diolah UMKM

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2023 06 21 at 18.54.09 - Limbah Hotel Jadi Berguna Diolah UMKM
Produk hasil daur ulang limbah kain seprai dan sarung bantal Hotel Ciputra World Surabaya yang dipamerkan di Pasar Burung Dolly dalam rangkaian 'Mlaku-mlaku nang Dolly', Rabu (21/6/2023). Foto: Humas Hotel Ciputra World Surabaya

PORTALSURABAYA.COM – Tidak selamanya barang bekas tidak bisa dipakai lagi. Di tangan perajin Usaha Miro, Kecil, dan Menengah (UMKM) barang bekas bisa jadi barang berguna dan benilai jual. Termasuk limbah hotel yang berupa kain seprai dan sarung bantal.

Hotel Ciputra World Surabaya misalnya, melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR), memberikan kain seprai dan sarung bantal yang sudah tidak digunakan kepada Wiwit Manfaati untuk dikreasikan menggunakan teknik eco-printing dan shibori.

“Hotel kami menghasilkan banyak limbah kain seperti seprai dan sarung bantal. Namun kami tidak membiarkan barang-barang tersebut menjadi sia-sia dan terbuang. Oleh karena itu, kami berkolaborasi dengan salah satu UMKM yaitu Witrove by Wiwit Collection dan Trovato by Zahrotus Sadida untuk mengubah linen yang tidak terpakai menjadi barang yang memiliki nilai jual seperti tas, outer, hiasan dinding dan pouch” ungkap Treti Christina, Director of Human Resources Hotel Ciputra World Surabaya, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/6/2023).

Hotel Ciputra World Surabaya mendukung pertumbuhan UMKM Indonesia dalam kegiatan bertajuk Kolaborasi Pemerintah Kota Surabaya dengan Global Future Cities Program dan Smesco ‘Mlaku-Mlaku Nang Dolly’ sebagai bagian dari ‘Dolly Surabaya Urban Transformation Program’.

Dihadiri Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UMKM, Owen Jenkins, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, serta Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya. Hasil daur ulangnya dipamerkan di Pasar Burung Dolly dalam rangkaian acara tersebut.

Yang tak kalah menarik, kegiatan CSR ini tidak hanya melibatkan UMKM tetapi juga Liponsos Surabaya. Para penghuni Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) juga turut aktif dalam pembuatan hasil karya ini.
Di bawah binaan Wiwit Manfaati, warga Liponsos menggunakan teknik shibori. Dimana teknik ini tidak terlalu rumit dan dapat bermanfaat untuk meningkatkan fokus mereka. Hasil karya warga Liponsos ini telah mendapat apresiasi dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya dengan memesan 400 tote bag.

“Tentunya kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi UMKM saja tetapi juga meningkatkan kreatifitas warga Liponsos untuk berkarya dan sebagai aksi cinta lingkungan dengan daur ulang kain yang sudah tidak terpakai,” tambah Treti.

Tak hanya itu, Hotel Ciputra World Surabaya pun memiliki UMKM binaan yaitu Reka Food Indonesia yang memproduksi makanan ringan khas Indonesia, yaitu rengginang. Rengginang ini sudah diperkenalkan pada pameran di Orchard Road di Singapura.

“Kami sudah ada permintaan untuk pengiriman produk ke Singapura,” jelas Roni, pemilik Reka Food Indonesia.***

Cek Berita dan Artikel yang lain di GoogleNews PUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *