simple hit counter
Olahraga

Jalani Psikotes, Taufiq Kasrun Berkelakar Mending Latihan Sehari Tiga kali

×

Jalani Psikotes, Taufiq Kasrun Berkelakar Mending Latihan Sehari Tiga kali

Sebarkan artikel ini
IMG 20210819 093214 01 scaled - Jalani Psikotes, Taufiq Kasrun Berkelakar Mending Latihan Sehari Tiga kali
Sebanyak 24 pemain Hizbul Wathan Football Club (HWFC) menjalani psikotes di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Kamis (19/8/2021). Foto: Joko Kristiono

PORTALSURABAYA.COM – Sebanyak 24 pemain Hizbul Wathan Football Club (HWFC) mengikuti psikotes di Kampus II Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Jalan Raya Gelam, Candi – Sidoarjo, Kamis (19/8/2021).

Menurut Suli Da’im, Presiden HWFC, psikotes ini dilakukan sebagai rangkaian persiapan menghadapi Kompetisi Liga 2 yang akan digelar pertengahan September 2021 mendatang.

“Manajemen ini melakukan pembenahan serius, termasuk mendalami karakter pemain melalui psikotes,” kata Suli.

Dia lalu menuturkan, psikotes ini dilaksanakan sebagai bagian penggunaan sport science yang sudah terbiasa dilakukan di Muhammadiyah.

Hal ini juga sesuai dengan keinginan dan harapan dewan pembina HWFC dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

Katanya, psikotes terhadap para pemain ini dilakukan untuk memudahkan manajemen dalam melakukan pembinaan terhadap para pemain.

Dari tes ini akan dijadikan acuan dalam melihat potensi, kelebihan, dan kekurangan yang dimiliki pemain.

“Sehingga pelatih juga akan dimudahkan meracik komposisi tim saat mengarungi kompetisi Liga 2 nanti,” tandas mantan legislator ini.

Sementara itu Dr Hidayatullah, Rektor Umsida, sangat mendukung dan mengapresiasi langkah HWFC ini dalam membentuk timnya dengan pendekatan sport science.

“Hal ini sangat sesuai dengan visi misi persyarikatan Muhammadiyah yang berkemajuan,” ungkapnya.

Dikatakan Hidayatullah, Muhammadiyah selalu melakukan pendekatan ilmu pengetahuan dalam melaksanakan aktivitas, tak terkecuali dengan sepak bola.

“Dengan pendekatan itu, kita ingin HWFC akan melahirkan pemain yang bukan hanya memiliki keterampilan, tapi juga punya visi, karakter, dan memiliki kecakapan,” tandas pria yang menjabat Wakil Ketua PWM Jawa Timur itu.

Psikotes pemain HWFC berlangsung selama 4 jam lebih. Dari 24 pemain yang mengikuti, dibagi menjadi dua kelas. Masing-masing kelas terdiri dari 12 pemain.

Taufiq Kasrun, pemain HWFC, merasa senang dengan kegiatan ini. Dia mengaku mendapat pengalaman dan pengetahuan baru, meski dalam mengerjakan soal berasa berat.

“Mending latihan sehari tiga kali. Setelah 16 tahun bermain bola, baru nemu model tes psikologi kayak gini. Ya Allah, cenut-cenut rasanya,” ujar kapten HWFC itu sambil tersenyum.***

Cek Berita dan Artikel yang lain di GoogleNews PUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *