simple hit counter
Nonbola

Gabsi Jatim Gelar Turnamen Bridge Piala Pahlawan dan Kejurprov 2021

×

Gabsi Jatim Gelar Turnamen Bridge Piala Pahlawan dan Kejurprov 2021

Sebarkan artikel ini
Suasana kejuaraan Bridge yang digelar Pengprov Jatim beberapa waktu lalu sebelum pandemi. / Foto: Istimewa
Suasana kejuaraan Bridge yang digelar Pengprov Jatim beberapa waktu lalu sebelum pandemi. / Foto: Istimewa

PORTALSURABAYA.COM – Setelah terhenti lebih dari satu tahun karena pandemi Covid 19, olahraga Bridge di Jatim secara tatap muka atau offline kembali digelar. Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Pengurus Provinsi (Pengprov) Jawa Timur pada bulan November 2021 ini menggelar 2 turnamen bergengsi, yaitu Kejuaraan Bridge Piala Pahlawan ke 30 serta Kejuaraan Provinsi atau Kejurprov Bridge 2021.

Turnamen tingkat Nasional Piala Pahlawan akan dilaksanakan pada tanggal 20 – 21 November 2021 di Hotel Utami Juanda Sidoarjo, sedangkan Kejurprov Bridge 2021 akan di gelar tanggal 27 – 28 November 2021 di Lumajang.

Thoriq Alkatiri, Pembina bridge Jatim sekaligus Steering Committee Panitia Penyelenggara Kejuaraan Bridge Piala Pahlawan ke 30, mengatakan bahwa turnamen Piala Pahlawan ini adalah turnamen Bridge tingkat Nasional dan tertua di Indonesia.

“Tahun ini di selenggarakan untuk ke 30 kalinya. Pertama di gelar hampir 40 tahun yang lalu. Tepatnya pada tahun 1983. Bertempat di LIK (Lingkungan Industri Kecil) Sidoarjo. Piala bergilir yang diperebutkan adalah piala Menteri Perindustrian. Turnamen ini paling awet di Indonesia. Satu-satunya turnamen Bridge berskala Nasional yang mampu bertahan sampai saat ini. Tahun ini penyelenggaraan yang ke 30,” jelas Thoriq Alkatiri, Jumat (19/11/2021).

Kejuaraan Bridge Piala Pahlawann ini menjadi even bridge bertaraf nasional pertama yang digelar secara F2F atau Face to Face setelah pandemi covid-19 ini di Indonesia. Panitia penyelenggara menyebutkan bahwa sebanyak 44 regu sudah mendaftar sebagai peserta.

“Peserta berasal dari beberapa daerah. Di antaranya dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan tentu saja dari Kabupaten/Kota di Jatim. Pada awalnya kami ragu menyelenggarakan turnamen secara F2F. Apakah akan diminati mengingat situasi dan kondisi. Tapi, ternyata di luar dugaan kami. Atlet-atlet Bridge menyambut antusias. Jumlah peserta kali ini bahkan melebihi jumlah peserta sebelum pandemi,” tambah Thoriq.

Diperkirakan persaingan pada turnamen ini akan berlangsung ketat. Sebanyak 44 regu peserta berjuang mendapatkan hasil terbaik. Tercatat banyak atlet Bridge level nasional ikut berlaga. Di antaranya adalah Roni Eltanto yang berpasangan dengan Thoriq Alkatiri yang memperkuat regu BTC, dimana merupakan juara Kejuaraan Piala Pahlawan tahun 2014 lalu.

Saat itu, regu BTC juga di perkuat pemain-pemain Bridge seperti Sacchariawan Irianta, ArisPongrangga, dan Bambang Prijambodo.

Atlet-atlet Bridge Puslatda Jatim juga turun pada turnamen tertua ini, dengan memperkuat beberapa regu yang berbeda. Ada nama Kukuh Indrayana yang berpasangan dengan Lian Fardiansyah pada regu Guyub 57.

Sementara Fidelia Felisia dan Elsya S Ningtyas memperkuat regu Telkom. Selain itu, regu Alunand Jakarta akan di perkuat pemain Nasional seperti Syahrial Ali, Fera Damayanti, dan Ririen Riantini.

Even ini di manfaatkan juga sebagai ajang uji tanding regu-regu yang akan berlaga pada Porprov Jatim tahun 2022 mendatang. Tercatat beberapa Kabupaten/Kota mengirim regu KU 21 yang dipersiapkan untuk mengikuti Porprov. Di antaranya adalah Jember, Sidoarjo, Kota Malang, Gresik, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Pacitan, dan Lumajang yang akan menjadi tuan rumah cabor Bridge Porprov Jatim 2022.

Regu-regu KU 21 lainnya berasal dari Yogyakarta, Unpad Bandung, ITS, Unair, dan Buleleng Singaraja. Sedangkan pada katagori KU 25 terdapat regu-regu Universitas Jember, Unair, ITS, dan Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan.

Rahman Nul Hakim, ofisial regu Tanah Laut Kalsel, mengatakan bahwa tujuan mengikuti turnamen ini adalah untuk memberi kesempatan para atlet Bridge Tanah Laut untuk merasakan atmosfer pertandingan di JawaTimur.

“Kami ingin memberikan kesempatan kepada para atlet dari Tanah Laut untuk merasakan atmosfer pertandingan di daerah Jawa. Selain itu juga untuk mengukur sejauh mana perkembangan kami. Pada even ini kami mengirim regu Open dan regu KU 25. Harapan kami untuk katagori KU-25 dapat menjadi juara, sedangkan pada katagori open untuk mendapatkan pengalaman berharga. Sebagian atlet kami masih berstatus pelajar, yaitu Alfin dan Rhafidari SMAN 1 Pelaihari. Punya potensi berkembang kedepannya,” kata Rahman Nul Hakim.

Regu KU 21 Kota Malang menyatakan tekadnya untuk menjadi yang terbaik pada Piala Pahlawan ini. Sekretaris Gabsi Kota Malang Ismail Sudarsono menyampaikan optimisme.

“Atlet-atlet kami pada katagori KU 21 sudah menjalani latihan yang intensif serta mengikuti beberapa turnamen tingkat provinsi dan tingkat nasional. Baru-baru ini mereka ikut turnamen bridge online tingkat nasional Ganesha Bridge Open Tournament. Anak-anak meraih gelar juara 3. Padahal persaingannya sangat ketat. Bahkan sebagian peserta adalah atlet nasional katagori KU 21. Oleh karena itu kami optimis pada Piala Pahlawan ini Kota Malang merebut juara KU 21”, kata Ismail Sudarsono.

Kota Malang akan menurunkan 2 regu. Regu Senior beranggotakan Soewandi Djarot, Heru Wijanto Tjokro, Eddy Suwito, Ismail Sudarsono, Mikael Teguh Subowo, dan Muhammad Al Hamid.

Regulainnya adalah KU 21 yang beranggotakan Khansa Satria Ramadhan, Ken Ken Caterina, Khelvin Syauqi Endyananta, Ramanda Dewata, Mochammad Rizki, dan Sandrina Athallia Dwi Andselma.

Tidak mau ketinggalan dengan daerah lain, Kabupaten Buleleng pada turnamen ini menurunkan 3 regu.

I Made Nuridja, Pembina Bridge Provinsi Bali, mengatakan bahwa Kabupaten yang beribukota Singaraja ini menurunkan 1 regu katagori open dan 2 regu katagori KU 21 yang di wakili oleh Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).

“Tujuan kami mencari pengalaman dan menambah jam terbang. Gabsi Bali sejak dini sudah menyiapkan atlet-atlet muda untuk menuju PON tahun 2024. Cabor Bridge direncanakan dipertandingkan di Aceh. Jadi, untuk Piala Pahlawan ini kami belum ada target. Yang penting atlet-atlet, khususnya yang yunior dapat memperoleh pengalaman berharga. Sebagian dari mereka bahkan masih pelajar SMA dan sebagian lagi mahasiswa Undiksha,” jelas I Made Nuridja.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di GoogleNews PUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *