simple hit counter
HeadlineLifestyle

5 Tahun Berkarya, Deasy Tantra Persembahkan The Echoes of Seasons

×

5 Tahun Berkarya, Deasy Tantra Persembahkan The Echoes of Seasons

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2023 12 14 at 06.42.38 - 5 Tahun Berkarya, Deasy Tantra Persembahkan The Echoes of Seasons
Deasy Tantra (kanan), saat peragaan busana 'The Echoes of Seasons', di The Westin, Surabaya, Selasa (12/12/2023) malam. Foto: Joko Kristiono/Portal Surabaya

PORTALSURABAYA.COM – Deasy Tantra, fashion desainer asal Surabaya, berani mengambil keputusan dengan menggelar fashion show tunggal meski baru 5 tahun berkarya. Runway show yang dikemas dengan judul ‘The Echoes of Seasons’, menampilkan karya-karya Deasy Tantra sejak awal berkarir hingga saat ini.

“Ini challenge (tantangan) buat saya. Usia lima tahun adalah sebuah awal untuk proses yang lebih berjenjang lagi ke depannya,” ujar Deasy kepada awak media di sela gelaran fashion show ‘The Echoes of Seasons’, Selasa (12/12/2023) sore.

Deasy menuturkan, pemilihan kota Surabaya sebagai tempat digelarnya fashion show tunggalnya karena Deasy ingin memulai jenjang berikutnya dalam berkarir dari Surabaya yang merupakan rumah atau tempatnya berasal.

“Saya mau memulainya dari sini (Surabaya) dan berharap ke depannya karya-karya saya bisa melalang buana ke mana saja tanpa batas,” tukas Deasy.

Deasy mengungkapkan, The Echoes of Seasons memiliki arti ‘beberapa jenis musim’ yang merepresentasikan sebuah siklus kehidupan manusia. Ada fase-fase saat gairah masa muda yang sedang menggelora, euforia saat pesta malam hari, atau pun ada juga masa di mana ingin menunjukkan sisi keanggunan dari pribadi seseorang.

Fase-fase tersebut yang Deasy tampilkan dalam karya busana yang total berjumlah 42 karya dalam fashion show kali ini.

“20 busana merupakan karya sepanjang 5 tahun saya berkarya, sedangkan 22 busana lainnya adalah karya terbaru,” imbuh perempuan berusia 31 tahun ini.

Deasy mengeksplor banyak sisi dari dirinya dengan menampilkan berbagai macam warna dalam fashion show kali ini, seperti putih, nude, grey, blue, black, pink, rose gold, dan lainnya.

Deasy banyak terinspirasi dari bentuk bunga atau floral, sehingga meninggalkan kesan anggun di dalam setiap karyanya.

Selama 5 tahun berkarya, Giambattista Valli, fashion desainer asal Italia, adalah salah satu yang menginspirasi Deasy dalam menemukan karakteristiknya yang lebih tertarik pada kain tulle dan organza, yang memberikan kesan anggun serta elegan dalam setiap karya busananya.

Di sisi lain Deasy juga menyukai karya-karya dari Alexander Mcqueen, yang lebih menonjolkan sisi ‘art’-nya. Hal inilah yang juga menginspirasi Deasy untuk memiliki gaya yang asimetris, abstrak, dan banyak menggunakan teknik hand crafting dalam setiap karya busananya.

Deasy juga banyak bermain pada warna-warna pastel yang lembut dan memberikan kesan dreamy di setiap karyanya.

Lima tahun terakhir, Deasy melihat perkembangan yang juga cukup pesat datang dari penikmat karyanya. Mulanya hanya berasal dari Surabaya saja, namun kini sampai Jakarta, Medan, Manado, dan sekitarnya. Selain itu juga berasal dari usia yang tidak terbatas, mulai anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Bahkan kini karya busana Deasy banyak dipakai oleh sejumlah artis kenamaan Indonesia, sebut saja Ayu Ting-ting, Tisa Bisani, hingga Prilly Latuconsina.

Hal tersebut kian mendorong tekad Deasy menggelar fashion show tunggal sebagai fase 5 tahun pertamanya berkarir untuk menatap dunia internasional.

“Fashion show kali ini memiliki makna yang dalam dan sangat banyak. Tidak hanya untuk perjalanan saya, juga melihat ada di penikmat karya saya. Saya melihat yang awalnya mereka masih remaja tujuh belas tahun, kini datang lagi kepada saya untuk merancang gaun-gaun kebutuhan lainnya yang lebih dewasa. Saya seperti diberikan kesempatan untuk menyaksikan mereka bertumbuh, itu adalah hal yang menyenangkan,” tandasnya.***

Cek Berita dan Artikel yang lain di GoogleNews PUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *