simple hit counter
Gresik

Rindu Negeri Jiran, Warga Bawean Buka Usaha Kuliner Roti Canai

×

Rindu Negeri Jiran, Warga Bawean Buka Usaha Kuliner Roti Canai

Sebarkan artikel ini
Roti Cenai khas Malaysia usaha Muzzamil Suyuti yang siap di sajikan ke pelanggan.
Roti Cenai khas Malaysia usaha Muzzamil Suyuti yang siap di sajikan ke pelanggan.

PORTALSURABAYA.COM – Orang-orang kepulauan Bawean, Kabupaten Gresik dikenal memiliki tradisi merantau ke beberapa kota di Jawa dan pulau-pulau lain di Indonesia. Tidak rantau domestik, negara seperti Malaysia, Singapura juga menjadi tujuan perantauan.

Karena banyak warga Bawean yang merantau di negeri Jiran Malaysia, untuk mengobati rasa rindu masakan khas negeri kerajaan itu, salah satu warga Bawean Muzzamil Suyuti yang pernah merantau di Malaysia membuka usaha kuliner yakni Cenai khas Malaysia bernama Al Fazza yang ada di di Jalan Kapten Dulasim No.148 Gresik.

Muzzamil mengaku ide membuka kuliner Cenai ini salah satu tujuannya untuk mempererat tali persaudaraan sesama warga Bawean di Gresik, apalagi bisa makan secara bersama-sama juga mengobati rasa rindu akan kuliner Malaysia.

“Ya kami yang pernah merantau ke Malaysia dan rindu kulinernya, untuk itu saya membuka usaha kuliner Cenai ini. Juga untuk tempat kumpul-kumpul sesama warga Bawean,” ujar Muzzamil.

Ia melanjutkan usahanya ini mulai dibuka hari ini, Minggu (15/8/2021), langsung diserbu masyarakat Bawean yang ingin mencicipi kuliner yang berupa roti dengan bumbu kare serta sambel itu.

Tidak hanya roti Canai Malaysia, lanjut Muzzamil, ada juga kuliner martabak. Kedua makanan ini diberikan cuma-cuma alias gratis untuk masyarakat sekitar dan warga Bawean yang berkunjung pada saat pembukaan usahanya ini.

Khusus untuk hari ini (pembukaan) dirinya sudah menyiapkan 1500 lebih porsi untuk dibagikan ke pedagang sekitar dan warga yang datang ke warung makannya.

“Gratis untuk hari ini, semuanya bisa makan disini. Semoga usaha ini nantinya berkembang dan yang penting barokah. Setiap hari kami buka, bismillah bangkit ekonomi,” katanya.

Kemudian, Muzzamil melanjutkan untuk harga perporsi, dirinya mematok harga yang ekonomis, mulai harga Rp 3 ribu sampai Rp 6 ribu untuk canai Malaysia. Serta martabak mulai harga Rp 25 ribu sampai 30 ribu.

“Dijamin murah, terjangkau untuk roti Cenainya. Martabak juga sama,” singkat pria kelahiran Bawean ini.

Tidak hanya itu, dengan situasi pandemi Covid-19 serta adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), usahanya dinpasarkan juga secara online dan take Way.

“Nanti proses bisa order online, dan bisa praktis untuk dibawa bekal sewaktu akan berlayar pulang ke Bawean,” ungkap Muzzamil.

Sementara itu, salah satu pengunjung asal Gresik, Andika Dian Pratama mengaku sangat suka dengan kuliner roti Cenai ini, apalagi baru merasakan.

“Saya baru kali pertama makan roti Cenai ini. Rasanya gurih dan enak. Tidak seperti roti lainnya. Kuliner ini bakal menjadi salah satu masuk list makanan favorit saya,” ucap Dika panggilan akrabnya.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di GoogleNews PUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *