More

Pentingnya UKPFI dalam Profesionalisme Pewarta Foto

Jokoasd2q13asdas
×

Pentingnya UKPFI dalam Profesionalisme Pewarta Foto

Sebarkan artikel ini
IMG_20220804_103128-01
Oscar Motuloh (kanan) dan Saptono (tengah) menguji Andy Satria, salah satu peserta Uji Kompetensi Pewarta Foto Indonesia (UKPFI) di hotel Royal Regantris, Surabaya, Kamis (4/8/2022). Foto: Joko Kristiono/Portal Surabaya

PORTALSURABAYA.COM – Hari terakhir Uji Kompetensi Pewarta Foto Indonesia (UKPFI), peserta ujian lebih mendalami materi dari 11 modul yang diujikan, Kamis (4/8/2022).

Modul materi itu antara lain, memahami Kode Etik Jurnalistik (KEJ), rapat redaksi perencanaan, mengusulkan liputan foto berita, mengidentifikasi liputan dadakan dan momentum menentukan (decesive moment).

Lalu membangun jejaring, membuat foto tunggal, memahami proses peliputan foto berita, dan editing dasar foto.

Juga ada membuat keterangan foto berita (caption), mengisi metadata, rubrikasi/kanal/program, dan pengarsipan fotoberita, serta rapat redaksi evaluasi foto berita.

Setelah sehari sebelumnya kedua belas peserta melaksanakan simulasi rapat redaksi, malam hingga pagi harinya mereka mengeksekusi liputannya.

“Produk sebuah karya jurnalistik bermula dari perencanaan dalam sebuah rapat redaksi. Dari sinilah ditentukan rencana berita yang akan diliput untuk dapat di muat di sebuah media,” ujar Hermanus Prihatna, salah satu penguji utama UKPFI.

Dalam kesempatan tersebut, imbuh Hermanus, para peserta UKPFI dinilai keaktifannya dalam sebuah perencanaan.

“Karena dalam perencanaan masing-masing mereka yang akan bertanggung jawab atas hasil rapat redaksi untuk bisa menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas sesuai kaidah jurnalistik,” urai senior pewarta foto Lembaga Kantor Berita Negara (LKBN) Antara.

Dalam melaksanakan tugasnya, seorang pewarta foto harus berpegang teguh pada Undang-undang Pers No.40 tahun 1999 dan KEJ. Itulah salah satu pentingnya UKPFI ini dihelat oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) sebagai salah satu lembaga uji yang diakui Dewan Pers.

Karena, jika seorang pewarta foto bertindak tidak sesuai dengan moralnya, maka akan mencederai profesionalitas profesi jurnalis.

“Fotojurnalistik adalah masalah kepercayaan. Sekali seorang jurnalis foto memanipulasi foto, seumur hidup dia tidak akan pernah dipercaya lagi,” tegas Arbain Rambey, mantan pewarta foto harian Kompas.

UKPFI ke-2 untuk tingkatan muda ini hasil kerjasama Dewan Pers dengan PFI Pusat menggandeng PFI Surabaya sebagai tuan rumah. Berlangsung selama 2 hari, 3-4 Agustus 2022 di hotel Royal Regantris Surabaya.

Serta didukung oleh BNI, Pelindo, PT KAI, Pemprov Jawa Timur, Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Jatim, Telkomsel, Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, dan Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *