simple hit counter
More

AHY Nyanyi Syubbanul Wathon di Harlah NU, Bentuk Komitmen Demokrat Merawat Kebhinekaan!

×

AHY Nyanyi Syubbanul Wathon di Harlah NU, Bentuk Komitmen Demokrat Merawat Kebhinekaan!

Sebarkan artikel ini
Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum DPP Partai Demokrat saat menghadiri resepsi pelantikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Balikpapan, Kalimantan Timur. Foto: IST
Agus Harimurti Yudhoyono, Ketua Umum DPP Partai Demokrat saat menghadiri resepsi pelantikan PBNU di Balikpapan, Kalimantan Timur. Foto: IST

PORTALSURABAYA.COM – Video Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyanyikan lagu Syubbanul Wathon di acara pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2022-2027 dan Harlah ke-96 NU di Balikpapan, Klimanan Timur, Senin (31/1/2022) viral!

Saat melantunkan lagu karya KH Wahab Chasbullah — salah satu pendiri NU — itu, putera sulung Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut terlihat bersemangat dengan diiringi petikan gitar Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim, Irwan Fecho ditemani Sekjen Teuku Riefky Harsya.

Kaos hijau bertulisan “Nahdliyin Nderek Kiai” yang dikenakan AHY saat melantunkan bait syair lagu kebesaran NU tersebut mencuri perhatian publik, terutama warga NU. Bahkan, video yang diunggah di akun Instagram (IG) @agusyudhoyono itu sudah ditonton 120 ribu lebih dan mendapat komentar dari ratusan follower.

“Semangat Mas AHY, menunjukkan komitmen membersamai NU untuk merawat jalan tengah, toleransi, keberagaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana nilai-nilai yang dijalankan oleh NU,” terang Ketua Departemen Agama dan Sosial DPP Partai Demokrat, Munawar Fuad Noeh saat dikonfirmasi.

Mantan Sekjen GP Ansor ini mengatakan, dalam alunan lagu tersebut menunjukkan semangat AHY yang mengalir darah seorang kakek, Jenderal Sarwo Edhie Wibowo yang dikenal dalam sejarah sangat erat kerja sama dan jejak perjuangannya bersama Banser dalam menumpas G 30 S/PKI.

Berkat kerja sama dan jalinan kemitraan dengan NU pula, lanjut Munawar, perjuangan SBY sebagai calon presiden di 2004 silam, mampu memenangkan kontestasi politik elektoral, bahkan hingga periode kedua (Pilpres 2009).

Legacy kebijakan dan pemerintahan Presiden SBY dalam membanguh bangsa dan negara bersama NU kala itu, merupakan komitmen besar AHY untuk semakin diperkuat.

“Terlebih, AHY yang memiliki trah Pacitan yang merupakan cucu Eyang Habibah, putri salah satu pendiri Ponpes Tremas, Pacitan, mempunyai aliran darah NU yang melekat secara alami,” ujar Munawar.

Sekadar informasi, saat menghadiri pelantikan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) selaku Ketum PBNU di Balikpapan hari ini, AHY ditemanin Sekjen Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya yang juga A’wan PWNU Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Ra Hasani Bin Zuber mengatakan, kehadiran AHY dalam pelantikan pengurus PBNU ini adalah bentuk komitmen menjaga demokrasi dan kebhinekaan, serta menjaga komitmen Partai Demokrat dengan NU.

“Ketum hadir di pengukuhan bukan sekadar gimik seremonial politik. Lebih dari itu adalah bentuk komitmen Demokrat bersama NU guna terus merawat kebhinekaan NKRI,” tandas Ra Hasani.

Anggota Komisi VIII DPR RI ini melanjutkan, bagi Partai Demokrat, NU adalah aset bangsa yang harus dijaga eksistensinya. Sebab organisasi terbesar di Tanah Air itu adalah menjadi tiang kemerdekaan Indonesia.

“NU adalah aset besar bangsa. Bahkan pondasi penting kemerdekaan Indonesia. Berkat perjuangan para santri dan kiai, lanjutnya, Indonesia bisa merdeka dan keutuhan pancasila bisa dijaga,” pungkas kader muda NU ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di GoogleNews PUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *