simple hit counter
More

Ada Palu hingga Cobek di Tas CJH Embarkasi Surabaya

×

Ada Palu hingga Cobek di Tas CJH Embarkasi Surabaya

Sebarkan artikel ini
IMG 20220608 WA0005 01 - Ada Palu hingga Cobek di Tas CJH Embarkasi Surabaya
Barang-barang terlarang dibawa di tas tenteng CJH yang berhasil diamankan petugas PPIH Embarkasi Surabaya, Selasa (7/6/2022). Foto: Humas Kanwil Kemenag Jatim

PORTALSURABAYA.COM – Selalu ada cerita menarik dari perjalanan ibadah Calon Jemaah Haji (CJH). Hingga hari kelima operasional Embarkasi Surabaya, terdapat pengalaman maupun perbekalan unik yang dibawa jemaah.

Diantara perbekalan unik yang dibawa oleh salah satu jemaah kloter 5 asal Kabupaten Lamongan adalah cobek.

“Tadi, sebelum naik bis menuju bandara, tas tenteng jemaah diperiksa dulu melalui x-ray, dan Masya Allah ya, dari kloter 5 asal Lamongan ternyata ada cobeknya, mungkin mau dibuat ngulek sambel di sana,” tutur Husnul Maram, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur (Kakanwil Kemenag Jatim), Selasa (7/6/2022).

Menurut Maram, cobek tersebut akhirnya diamankan petugas haji daerah dan dibawa pulang ke Lamongan. Barang tersebut bisa diambil kembali oleh si pemilik sekembalinya dari tanah suci di kantor Kemenag kabupaten/kota setempat.

“Cobek tidak boleh dibawa di dalam kabin pesawat. Takutnya kan, bila ada apa-apa, barang-barang seperti cobek disalahgunakan untuk melempar atau tindakan anarkhis lainnya dalam pesawat, kan berbahaya,” tutur Maram.

Selain cobek, ada lagi yang membawa palu, paku, tampar serta barang tajam lainnya.

“Jemaah yang ingin membawa gunting, silet, pisau silahkan dimasukkan koper bagasi saja, jangan ditaruh di tas tenteng ya,” himbaunya.

Maram menambahkan, wawasan masyarakat terkait barang bawaan pun makin hari makin membaik. Hal ini dibuktikan dari kloter 5 asal Kota Surabaya yang tidak ditemukan adanya cairan di atas 100 ml dalam tas tenteng jemaah.

“Jadi dari 146 tas tenteng jemaah kloter 5 asal Surabaya, petugas tidak mengamankan cairan ataupun gel sama sekali. Hanya mengamankan benda tajam seperti guntig, silet, paku, dan palu saja,” jelasnya.

Hingga tadi malam, Selasa (7/6/2022), Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 6 kloter ke tanah suci melalui Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya.

Maram menambahkan, berdasarkan laporan dari petugas haji Pacitan, terdapat dua orang yang belum bisa ikut rombongan masuk ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya dikarenakan hasil PCR yang positif.

Menurut Maram, kedua jemaah tersebut saat ini masih berada di Pacitan menunggu hasil PCR-nya negatif.

“Jadi ada yang namanya Surat Perintah Masuk Asrama (SPMA). SPMA akan keluar bila semua administrasi yang diperlukan jemaah sudah terpenuhi, seperti visa, vaksinnya sudah lengkap semua, hasil PCR negatif, dan lain sebagainya. Jadi, kalau hasil PCR-nya positif, ya dia tidak bisa mendapat SPMA,” terang Kakanwil.

Ia menambahkan, ketika hasil PCR sudah negatif, maka dua jemaah Pacitan tersebut akan segera digabungkan dengan kloter berikutnya.

Karenanya, Husnul menghimbau kepada seluruh jemaah haji yang akan berangkat haji untuk menjaga kesehatan serta mematuhi protokol kesehatan.

“Sebelum berangkat haji, tolong jaga kondisi tubuh jangan terlalu capek. Hindari pula bertemu dengan banyak orang, jaga jarak dan pakai masker bila bertemu tamu di rumah sebagai antisipasi agar hasil PCR-nya negatif,” pungkas Kakanwil.***

Cek Berita dan Artikel yang lain di GoogleNews PUB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *