Sabtu, 2 Juli 2022 - 09:59:00
27 C
Surabaya

Ditinggal Istri, Holili si Tukang Becak tetap Berangkat Haji

PORTALSURABAYA.COM – Bagi Holili Addrae Sae (60 tahun) pergi haji merupakan impian. Untuk mewujudkan impian tersebut, Holili yang berprofesi sebagai tukang becak harus membanting tulang mengumpulkan rupiah.

Warga Jalan Permata, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang ini mengaku bahwa bisa naik haji juga menjadi impian Busideh, istrinya.

Bersama Istrinya, Holili mendaftar sebagai Calon Jemaah Haji (CJH) pada 2011 silam. Namun atas kehendak Allah, dalam masa tunggu haji, sang istri terlebih dahulu tutup usia dan meninggalkannya.

Holili mengatakan, selain karena memang mendapatkan panggilan dari Allah SWT, keberhasilannya mewujudkan mimpi untuk menunaikan rukun Islam yang ke-5 ke tanah suci itu tidak terlepas dari peran almarhumah istrinya.

”Terus terang kami hanya bekerja keras memeras keringat mengayuh becak setiap hari, tapi almarhumah istri saya yang begitu telaten menyisihkan sedikit demi sedikit uang sisa dari kebutuhan hidup sehari-hari,” kata Holili, Kamis (16/6/2022).

Tampak sekali guratan kesedihan yang mendalam di wajah Holili saat mengingat perjuangan almarhumah istrinya. Sesekali Holili menyeka air mata yang jatuh dari kelopak matanya.

Sembari terus menceritakan kisah almarhumah yang mengajak, menguatkan, dan meyakinkannya untuk mendaftar haji meski dengan kondisi ekonomi yang ala kadarnya.

“Penghasilan mbecak perhari hanya 30-50 ribu rupiah, itupun tidak menentu. Selain itu, saya juga bekerja sebagai kuli ikan dengan penghasilan yang tak seberapa. Istri saya rajin menabung mengumpulkan, dan dibelikan beberapa gram emas,” jelasnya.

Tiba di satu waktu, Holili dan istrinya mendapatkan rejeki arisan dan memutuskan untuk menjual semua barang-barang yang selama ini telah dikumpulkan untuk biaya pendaftaran haji. Mulanya sempat ragu, namun sang istri kembali menguatkan dan meyakinkan.

“Saya dapat arisan dan ayo emas ini dijual. Ayo daftar haji, tidak apa dengan niat, Insya Allah siapa tahu Allah mengasihani dan Allah cukupkan,” papar Holili mengenang ucapan almarhumah istrinya.

Bermodal keyakinan, kedua pasangan suami istri itu mendaftar haji pada 2011. Namun Allah berkendak lain, istrinya meninggal dunia pada 2019 karena sakit, sebelum ia dihubungi pelunasan haji pada 2020.

“Istri saya meninggal beberapa bulan sebelum penetapan, tahun 2020 dikonfirmasi berangkat, tapi karena pandemi jadi ditunda, dan alhamdulillah bisa berangkat tahun ini. Meski Istri saya sudah meninggal, tapi niat saya tetap haji bersama Istri,” ungkapnya.

Sepeninggal Istrinya, Holili sempat menawarkan kedua anaknya untuk mengganti porsi haji sang Istri. Namun keduanya menolak dan Holili memilih mengambil tabungan haji almarhumah untuk dipergunakan sebagai biaya menghajikan mendiang Istrinya di tanah suci.

“Uang tabungannya sampai saat ini masih utuh, saya titipkan agar tidak saya pergunakan. Uang itu untuk haji badal Istri saya karena di tanah suci harus bayar orang untuk menghajikan. Mohon doa semoga saya dan Istri dijadikan haji mabrur,” tandasnya.

Namun di tengah kebahagiaan yang dirasakan, Holili mengaku sedih dan bingung. Karena tidak memiliki sepersen pun uang untuk bekal ke Tanah Suci yang semalam. Bahkan ia tidak bisa untuk turut mendaftar ke Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang ada di Sampang.

“Saya sudah tidak punya tabungan lagi, apalagi buat bekal untuk ikut jadi rombongan KBIH saja tidak mampu membayar,“ terang Holili.

Atas izin Allah, salah satu KBIH di Sampang tergerak hatinya dan mengajak Holili bergabung dengan KBIH-nya tanpa dipungut biaya apapun.

Selama proses persiapan pemberangkatan, Holili mengaku selalu menggunakan becaknya setiap kali mengikuti pelatihan, manasik haji dan mengurus persiapan lainnya. Karena becak itu satu-satunya kendaraan yang dimiliki.***


BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

0FansSuka
3,376PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

BERITA PILIHAN

Gelar Kursus Lisensi D, Muhammadiyah Diapresiasi Exco PSSI Jatim

PORTALSURABAYA.COM - PSSI sangat mengapresiasi langkah Muhammadiyah menyelenggaran Kursus Lisensi D. Hal ini menunjukkan jika organisasi Islam terbesar di Indonesia itu, benar-benar concern dalam...

BERITA TERKINI

MOST POPULAR