Kamis, 11 Agustus 2022 - 16:01:46
27 C
Surabaya

Kemendag Jaga Momentum Pertumbuhan Ekspor dan Kendalikan Inflasi

PORTALSURABAYA.COM – Muhammad Lutfi, Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Mendag RI) menegaskan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkomitmen untuk terus menjaga momentum pertumbuhan ekspor dan pengendalian inflasi volatile food di 2022 melalui stabilisasi harga bahan pokok.

Sejumlah langkah strategis akan dilakukan agar pemulihan kinerja perdagangan terus berlanjut. Hal tersebut disampaikan Muhammad Lutfi dalam ‘Konferensi Pers Outlook Perdagangan 2022’ yang digelar secara virtual, Selasa (18/1/2022).

Turut hadir sebagai narasumber yaitu Arsjad Rasjid, Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin), dan Prof. Dr. Muhammad Ikhsan, SE., MA, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Momentum pertumbuhan ekspor perlu dijaga mengingat capaian kinerja ekspor Indonesia pada 2021, yang terdiri atas ekspor migas dan nonmigas, telah memecahkan rekor tertinggi dalam sejarah.

“Ekspor Indonesia di 2021 menembus angka USD 231,54 Miliar. Angka ini merupakan yang tertinggi, melampaui catatan nilai ekspor tertinggi Indonesia selama ini di 2011 yang sebesar USD 203,50 miliar,” ungkap Lutfi.

Mendag menambahkan, nilai ekspor 2021 yang menjadi rekor baru ini didominasi oleh produk-produk manufaktur. Produk-produk tersebut adalah CPO dan turunannya, besi baja, produk elektronik dan elektronika, serta kendaraan bermotor dan suku cadangnya.

“Empat dari lima produk ekspor utama di 2021 merupakan produk manufaktur,” kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini.

Secara rinci, lima komoditas ekspor nonmigas terbesar Indonesia pada 2021 adalah batu bara dengan nilai USD 32,84 miliar, CPO (USD 32,83 miliar), besi baja (USD 20,95 miliar), produk elektronik dan elektronika (USD 11,80 miliar), serta kendaraan bermotor dan suku cadangnya (USD 8,64 miliar).

Sementara itu, neraca perdagangan kumulatif Indonesia periode Januari–Desember 2021 mencatatkan surplus sebesar USD 35,54 miliar. Surplus tersebut diperoleh dari defisit neraca migas sebesar USD 13,25 miliar dan surplus neraca nonmigas sebesar USD 48,60 miliar. Nilai surplus nonmigas 2021 tersebut turut mencatatkan rekor sebagai surplus nonmigas terbesar sepanjang sejarah.

Bila dibandingkan dengan ekspor 2020 yang mencatatkan nilai USD 163,19 miliar, ekspor 2021 tumbuh hingga sebesar 41,88 persen. Di sisi lain, impor 2021 tercatat sebesar USD 196,20 miliar atau tumbuh 38,59 persen dibanding impor 2020 yang sebesar USD 141,57 miliar.

Lutfi menyampaikan, pada 2021 surplus perdagangan tertinggi Indonesia dengan negara mitra dicatatkan oleh perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) senilai USD 14,52 miliar, disusul dengan Filipina (USD 7,33 miliar), dan India (USD 5,62 miliar).

Sementara perdagangan Indonesia dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada 2021 mengalami defisit sebesar USD 2,45 miliar. Namun, defisit ini berkurang hingga 68,84 persen dibandingkan pada 2020 yang sebesar USD 7,85 miliar.

Lebih lanjut Mendag juga menyampaikan, Kemendag akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekspor di 2022. Sejumlah tantangan yang menjadi perhatian utama Mendag adalah kebijakan tapering off, hambatan logistik dunia, krisis energi, serta strategi menghadapi pandemi Covid-19.

Indonesia memperhatikan kebijakan tapering off oleh Amerika Serikat. Selain itu, diharapkan penyelesaian gangguan logistik global akan lebih baik pada 2022.

Pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengatasi krisis energi dalam perekonomian global serta terus melakukan upaya pengendalian pandemi Covid-19. Langkah ini perlu dilakukan untuk mendorong kinerja perdagangan.***


BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

0FansSuka
3,434PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

BERITA PILIHAN

Mendag Instruksikan Tindak Tegas Pelaku Penimbunan Migor

PORTALSURABAYA.COM – Muhammad Lutfi, Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Mendag RI), mengancam akan menindak tegas pelaku penimbunan Minyak Goreng (Migor). Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja sama dengan...

BERITA TERKINI

MOST POPULAR