Senin, 4 Juli 2022 - 17:06:53
27 C
Surabaya

Minta PTM Dikaji Ulang, DPRD Surabaya Ingatkan Eri Soal Klaster Sekolah

PORTALSURABAYA.COMWakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti meminta Wali Kota Eri Cahyadi, agar mengkaji ulang rencana sekolah pertemuan tatap muka (PTM) untuk menghindari munculnya klaster sekolah di Kota Pahlawan.

“Jangan sampai sekolah PTM menimbulkan klaster sekolah, sehingga menambah angka penularan Covid-19 di Surabaya,” tegas Reni, Rabu kemarin (16/06/2021).

Reni mengungkap, berdasarkan kondisi terkini, penularan Covid-19 di Surabaya kembali meningkat. Hal ini juga diakui wali kota yang menyebut angka positivity rate-nya naik dari 5 persen menjadi 9 persen.

Untuk itu, Reni menyarankan Eri, sebaiknya mengundang para pakar untuk membahas apakah Surabaya perlu memperkuat lagi penyekatan dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca Juga: Tetap Jaga Prokes! DPRD Surabaya Akui Vaksinasi Bukan Jaminan Kebal Covid-19, Buktinya?

“Wali kota sebaiknya mengundang para pakar, apakah akan menyiapkan sekolah PTM atau sebaiknya memperkuat penyekatan dan PPKM,” katanya.

Menurut politikus perempuan asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, sekolah PTM memang tergantung kebijakan kepala daerah.

Memang, tandas Reni, pada dasarnya sekolah PTM dibolehkan pemerintah untuk daerah berstatus zona kuning atau oranye, tapi tidak bagi yang berstatus zona merah. Sementara Surabaya, saat ini berstatus zona oranye.

“Misalnya kehadiran murid yang semula direncanakan 50 persen dari total jumlah murid, mungkin bisa dikurangi menjadi 25 siswa saja,” sarannya.

Baca Juga: Covid 19 Berpotensi Meningkat, Wabup Gresik Ingatkan ASN Menjadi Contoh Prokes

Reni juga menegaskan, selain tergantung kebijakan kepala daerah, sekolah PTM juga harus mendapat persetujuan orang tua.

“Bagi siswa yang tidak mendapat izin sekolah PTM, harus dilayani lewat pembelajaran online,” katanya.

Angka Positivity Rate Naik

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi mengakui kalau angka positivity rate Covid-19 di Surabaya naik menjadi 9 persen. Padahal sebelum lebaran, angkanya masih berada di kisaran 5 persen atau dalam posisi aman. 

“Ketika ada kenaikan dari 5 persen ke 9 persen secara total Surabaya, maka berarti ini alarm dan warning buat kita,” kata Eri di balai kota, Senin lalu (14/6/2021).

“Sedikit kita lengah, cepat ini berangkatnya (kasus Covid-19), berarti kita harus hati-hati, saya harus warning betul. Kita harus tetap menjaga protokol kesehatan,” tegas Eri.


BERITA TERKAIT

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

0FansSuka
3,379PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

BERITA PILIHAN

Partai Nasdem Gelar Program Vaksinasi: 25 Ribu Dosis Khusus Pesantren di Jatim

“Nasdem Jatim ingin membantu dengan menggelar vaksinasi di pondok pesantren ini, agar bangsa Indonesia tidak kehilangan generasi yang sehat,” tegas Suhandoyo.

BERITA TERKINI

MOST POPULAR