Museum Musik Pertama di Indonesia, Gedungnya Bikin Ngelus Dada! - Portalsurabaya.com

Breaking

Portalsurabaya.com

situs warta berita terkini

adsrepo

ads

Wednesday, 6 December 2017

Museum Musik Pertama di Indonesia, Gedungnya Bikin Ngelus Dada!



Malang - Museum Musik Indonesia (MMI) yang terletak di lantai dua Gedung Kesenian Gajayana Kota Malang memang tidak jarang kali mendapat apresiasi dari masyarakat nasional maupun internasional. Karena, MMI sendiri adalah museum musik kesatu di Indonesia dengan koleksinya yang cukup lengkap.

Namun sebab gedungnya yang masih paling sederhana dan apa adanya, tidak sedikit membuat semua pecinta musik mengeluskan dada. Tak jarang dari tidak sedikit kalangan juga tergerak guna segera mengerjakan tindakan. Bekraf salah satunya, yang mengharapkan museum musik pertama di Indonesia ini segera digondol ke Jakarta guna ditempatkan di TMII.

“Namun semua pendiri MMI dengan paling tegas mengaku bahwa MMI sepatutnya tetap di Kota Malang, sebab dari sini kelahiran MMI. Jadi kami meminta maaf guna tidak memungut tawaran Bekraf,” kata Humas MMI, Ciciel Sri Rejeki pada awak media baru-baru ini.

Gedung yang ketika ini ditempati MMI menurutnya adalah gedung yang difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang. Luas dari gedung yang ditempati ketika ini selama 200 meter persegi. Sementara dengan jumlah koleksi yang sangat tidak sedikit dan terus bertambah, minimal MMI memerlukan luasan sebesar 1000 meter persegi.

“Banyak wali kota yang inginkan menyumbangkan perangkat musik serta baju daerahnya, namun mereka mengkritisi gedung yang paling sempit,” terangnya lagi.

Lebih lanjut wanita berhijab ini menyampaikan, pemerintah pusat melewati Bekraf telah mau memberikan dana untuk mengerjakan pembangunan museum. Dengan kriteria, lahannya disediakan sendiri. Sehingga dia berharap, pemerintah Kota Malang mau memfasilitasi suatu lahan untuk dapat dibangun MMI.

“Karena pemerintah pusat mengharapkan MMI tak melulu jadi kepunyaan orang Malang dan Indonesia. Tapi juga dapat dilihat dunia,” paparnya panjang.

Menurutnya, dengan jumlah koleksi yang telah menyentuh angka ribuan. Mulai dari koleksi kaset, DVD, piringan hitam, perangkat musik modern, perangkat musik tradisional, baju adat, sampai kostum dari sekian banyak  musisi legendaris, MMI telah sepatutnya disaksikan dunia. Tentunya dengan menyuguhkan yang aman layaknya yang sedang di luar negeri.

“Karena rating anda di penelusuran dunia maya telah menyentuh 4,2 bintang. Hampir sama dengan Museum Musik Amerika yang telah lima bintang. Karena kegiatan yang saya dan anda lakukan sudah mereka lihat tanpa mereka tahu bagaimana gedung kita,” beber wanita berhijab ini.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Bambang Soemarto menambahkan, MMI memang butuh mendapat apresiasi. Namun guna mendapat pertolongan lahan dari pemerintah kota, hendaknya diterangkan status dari pemerintah Kota Malang tersebut sendiri.

“Maksudnya nanti tersebut Pemkot Malang bakal dijadikan sebagai pembina, pengelola atau bagaimana,” urai Bambang.

Karena, lanjutnya, saat Pemkot menyerahkan asetnya, maka mesti terdapat pertanggungjawaban khusus. Di samping itu, masyarakat berhak mengetahui dalil dan manfaat dari pemakaian aset yang sudah atau akan diserahkan dalam sekian banyak  kegiatan.

“Karena jelas nanti tentu ada pro dan kontra. Maka mesti lebih diperjelas supaya tidak terdapat kesalah pahaman,” tutupnya.

No comments:

Post a Comment

ooo